alexametrics

Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman
Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]

Transplantasi tanaman di Bumi memiliki risiko yang cukup tinggi ketika tanaman dalam kondisi rapuh.

Suara.com - Transplantasi tanaman di Bumi memiliki risiko yang cukup tinggi ketika tanaman dalam kondisi rapuh. Namun, hal itu belum pernah dicoba di luar angkasa sebelumnya.

Menariknya, transplantasi tanaman pertama di luar angkasa yang dilakukan oleh astronot Mike Hopkins di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhasil.

Keberhasilan itu mengejutkan Hopkins dan para ilmuwan NASA di Bumi yang bekerja pada Vegetable Production System (Veggie) NASA.

"Transplantasi dilakukan pada kangkung 'Red Russian' dan pakcoy (sawi sendok). Mereka bertahan dan tumbuh bersama dengan kangkung dan pakcoy donor," kata Hopkins, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Dubai Bentuk Pengadilan Luar Angkasa, Urus Sengketa di Luar Bumi

Transplantasi tanaman di luar angkasa. [NASA]
Transplantasi tanaman di luar angkasa. [NASA]

Menurut para ahli, tanaman yang ditransplantasikan kemungkinan besar tidak akan bertahan di Bumi. Sekarang, tanaman itu dapat tumbuh dengan baik berkat kondisi gayaberat mikro.

Gagasan untuk menanam tanaman di ISS dinilai penting untuk misi luar angkasa jangka panjang dan pemukim masa depan di planet lain.

Tak hanya itu, para astronot umumnya hanya memakan makanan kemasan di ISS yang mungkin dapat menurunkan nutrisinya karena semakin lama disimpan. Kebutuhan konsumsi sayuran akan menyeimbangkan gizi para astronot.

Selain dikonsumsi, para ahli juga mengirimkan sebagian tanaman yang tumbuh di luar angkasa ke Bumi untuk dipelajari.

Baca Juga: Tahun Ini! SpaceX Akan Terbangkan Miliarder Jared Isaacman ke Luar Angkasa

Komentar