AI Dapat Prediksi Kematian Akibat Covid-19 dengan Akurasi 90 Persen

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 11 Februari 2021 | 17:00 WIB
AI Dapat Prediksi Kematian Akibat Covid-19 dengan Akurasi 90 Persen
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru dari University of Copenhagen menunjukkan teknologi kecerdasan buatan (AI), dapat membantu memprediksi apakah seseorang dapat meninggal karena virus Corona (Covid-19), sebelum atau setelah terinfeksi dengan tingkat akurasi 90 persen.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature ini, juga dapat membantu memprediksi berapa banyak orang yang mungkin dirawat di rumah sakit dan berapa banyak yang mungkin membutuhkan respirator.

"Kami mulai mengerjakan model untuk membantu rumah sakit, karena selama gelombang pertama, mereka takut tidak memiliki cukup respirator untuk pasien perawatan intensif. Temuan baru kami juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dengan cermat siapa yang membutuhkan vaksin," kata Profesor Mads Nielsen dari Departemen Ilmu Komputer di University of Copenhagen.

Model pembelajaran mesin (ML) yang dikembangkan dalam penelitian ini didasarkan pada data kesehatan dari 3.944 pasien Covid-19 di Denmark.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Model tersebut memperhitungkan berbagai faktor risiko dan AI komputer menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi pola serta korelasi dengan penyakit sebelumnya dengan Covid-19, yang kemudian diekstrapolasi.

Penemuan ini menyarankan bahwa sangat mungkin untuk memprediksi penerimaan rumah sakit dan Intensive Care Unit (ICU) hanya dengan menggunakan sejumlah variabel, usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (BMI).

Dari data, model ML dapat memprediksi kematian akibat Covid-19 dengan akurasi 90,2 persen.

"Hasil kami menunjukkan bahwa usia dan BMI adalah parameter paling menentukan seberapa parah seseorang akan terpengaruh oleh Covid-19," tambah Profesor Nielsen, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (11/2/2021).

Profesor Nielsen juga mencatat bahwa kemungkinan meninggal atau penggunaan respirator juga meningkat jika pasien adalah lelaki yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit syaraf.

baca juga

Bagi pasien yang mencakup dalam satu atau lebih parameter tersebut, tim menyarankan untuk menaikkannya ke dalam antrean vaksin agar menghindari risiko terinfeksi dan penggunaan alat bantu pernapasan.

Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, hanya ada sejumlah pasien yang dianalisis. Ukuran sampel yang lebih besar mungkin memberikan hasil yang berbeda, terutama jumlah pasien ICU yang dinilai terbatas.

Kedua, para peneliti juga memilih subset variabel untuk dinilai dalam model. Jika tim ahli memasukkan variabel lain, hasilnya mungkin berbeda.

Terakhir, para ilmuwan juga menjelaskan bahwa perubahan kriteria untuk pengujian Covid-19 mungkin memengaruhi hasil.

Ilustrasi pasien Covid-19 menggunakan respirator. [Patrick T. Fallon / AFP]
Ilustrasi pasien Covid-19 menggunakan respirator. [Patrick T. Fallon / AFP]

Meski ada beberapa keterbatasan penelitian, model tersebut masih dapat digunakan untuk membantu dan mengidentifikasi pasien paling berisiko serta dapat berfungsi sebagai alat potensial dalam pengaturan klinis di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari 100, Jenazah Dikubur Protap Corona di Jakarta Tembus 13.300 Petak

Sehari 100, Jenazah Dikubur Protap Corona di Jakarta Tembus 13.300 Petak

News | Senin, 01 Februari 2021 | 17:54 WIB

Ukuran Samudra Atlantik Makin Luas, Begini Penjelasannya

Ukuran Samudra Atlantik Makin Luas, Begini Penjelasannya

Tekno | Senin, 01 Februari 2021 | 11:30 WIB

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Nyaris Tembus 30 Ribu Kasus

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Nyaris Tembus 30 Ribu Kasus

News | Minggu, 31 Januari 2021 | 16:18 WIB

Penelitian Terbaru: Aturan Jaga Jarak Akan Tetap Berlaku Hingga 2022

Penelitian Terbaru: Aturan Jaga Jarak Akan Tetap Berlaku Hingga 2022

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 11:30 WIB

Perhatian! Ini Faktor Risiko Tertinggi Kedua Kematian Akibat Covid-19

Perhatian! Ini Faktor Risiko Tertinggi Kedua Kematian Akibat Covid-19

Tekno | Jum'at, 29 Januari 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×