alexametrics

Snack Video Masih Bisa Digunakan Meski Sudah Diblokir Kominfo

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Snack Video Masih Bisa Digunakan Meski Sudah Diblokir Kominfo
Snack Video. [Google Play Store]

Suara.com juga masih bisa mengunduh sekaligus membuat akun baru di aplikasi tersebut.

Suara.com - Aplikasi video pendek mirip TikTok, Snack Video resmi diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun aplikasi ini masih muncul dalam platform Google Play Store.

Pantauan suara.com, Rabu (3/3/2021), Snack Video masih muncul di laman Google Play Store. Suara.com juga masih bisa mengunduh sekaligus membuat akun baru di aplikasi tersebut.

Snack Video pun masih bisa diakses. Aplikasi masih menampilkan beberapa video yang tampil di kolom trending atau For You Page dalam versi TikTok. Fitur like dan komentar juga masih bisa diunggah di platform tersebut.

Menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate, aplikasi Snack Video saat ini memang masih bisa diunduh di Play Store. Sebab, pengajuan blokir ke pihak Play Store memerlukan waktu.

Baca Juga: Resmi! Kementerian Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video, Ini Alasannya

"Pengajuan blokir ke Google PlayStore memang membutuhkan waktu karena harus berkoordinasi dengan Google HQ (markas) di Amerika Serikat," kata Plate saat dihubungi lewat pesan singkat, Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya, Kementerian Kominfo telah resmi memblokir aplikasi video pendek Snack Video. Pemblokiran ini dilakukan atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan.

Logo Kominfo. [Kominfo]
Logo Kominfo. [Kominfo]

"Kominfo telah melakukan proses blokir terhadap website Snack Video per 2 Maret 2021 atas permintaan OJK," kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (3/3/2021).

Menurut Plate, pihak Snack Video kini sedang mengajukan sanggahan ke OJK mengenai legalitas aplikasi mereka.

"Dengan kondisi ini, maka kebijakan Kominfo selanjutnya juga akan ditentukan oleh hasil sanggahan tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Ingin Jadi Influencer? Ketahui 4 Jenis Konten Paling Digemari di Medsos

Beberapa hari lalu, Satgas Waspada Investasi meminta aplikasi Snack Video untuk menghentikan kegiatannya karena tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Komunikasi dan Informatika dan tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.

Komentar