alexametrics

Dicuri 40 Tahun Lalu, Baju Besi dari Abad ke-16 Ditemukan Kembali

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Dicuri 40 Tahun Lalu, Baju Besi dari Abad ke-16 Ditemukan Kembali
Museum Louvre Paris. (Pixabay/139904)

Dua potong baju besi dari abad ke-16 telah dikembalikan ke Louvre Museum, Paris.

Suara.com - Dua potong baju besi dari abad ke-16 telah dikembalikan ke Louvre Museum, Paris, setelah hampir 40 tahun menghilang.

Pelindung dada dan helm dari era Renaisans tersebut sebelumnya dicuri dari museum pada 31 Mei 1983 dan menghilang selama hampir empat dekade.

Ditempa di Milan, Italia, selama era Renaisans antara 1560 dan 1580, baju besi logam itu bertatahkan emas dan perak yang diperkirakan bernilai sekitar 603.000 dolar AS atau sekitar Rp 8,6 miliar.

Penemuan ini bermula pada Januari ketika seorang ahli barang antik militer melihat baju besi tersebut setelah ia dipekerjakan oleh juru lelang untuk penilaian real estat di Bordeaux, Prancis.

Baca Juga: Tersegel 600 Tahun, Ilmuwan Buka dan Baca Surat Era Renaisans Pertama Kali

Ia curiga tentang asal usul baju besi tersebut dan memberi tahu pejabat Kantor Pusat Prancis untuk Pemberantasan Perdagangan Barang Budaya (OCBC), unit khusus untuk melacak properti curian yang bernilai sejarah dan budaya.

Pihak berwenang lalu mengidentifikasi baju besi yang hilang tersebut dari daftar database benda-benda yang dicuri.

Helm dari era Renaisans. [Thomas Samson/AFP]
Helm dari era Renaisans. [Thomas Samson/AFP]

Desain rumit pada helm dan penutup dada mengidentifikasikannya sebagai senjata kehormatan yang dibuat dengan keahlian, setara dengan mobil mewah saat ini.

"Saya yakin kami akan melihat benda itu muncul kembali suatu hari nanti karena keduanya adalah objek tunggal. Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa itu akan berada di Prancis dan masih satu paket," kata Philippe Malgouyres, kepala karya seni warisan Louvre, seperti dikutip dari Live Science, Selasa (9/3/2021).

Dua bagian baju besi tersebut pertama kali disumbangkan ke Louvre pada 1922 oleh keluarga Rothschild, salah satu dinasti perbankan terkaya di dunia selama abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Baca Juga: Gabung Louvre Surabaya, Jamarr Johnson Akhirnya Kembali Main di IBL

Pencurian baju besi bukanlah perampokan seni terbesar di Louvre.

Komentar