alexametrics

Tersegel 600 Tahun, Ilmuwan Buka dan Baca Surat Era Renaisans Pertama Kali

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Tersegel 600 Tahun, Ilmuwan Buka dan Baca Surat Era Renaisans Pertama Kali
Surat Era Renaisans. [Eurekalert]

Surat itu dilindungi dari pengintaian melalui teknik pelipatan rumit yang disebut "letterlocking", yang mengubah surat menjadi amplop amannya sendiri.

Suara.com - Para ilmuwan membuka dan membaca surat yang ditulis pada era Renaisans secara digital menggunakan sinar-X. Surat yang ditemukan di bagasi abad ke-17 di Den Haag tersebut berasal lebih dari 600 tahun lalu, di mana seseorang melipatnya dengan rumit dan menyegel surat yang tidak pernah dikirim itu.

Selama berabad-abad sebelum surat ditemukan, surat itu dilindungi dari pengintaian melalui teknik pelipatan rumit yang disebut "letterlocking", yang mengubah surat menjadi amplop amannya sendiri.

Namun, surat terkunci yang bertahan hingga saat ini sangat rapuh dan hanya dapat dibuka secara fisik dengan memotongnya menjadi beberapa bagian.

Metode sinar-X yang baru menawarkan cara alternatif kepada para ahli sehingga tim ilmuwan dapat mempertahankan bentuk lipatan asli dari kemasan surat.

Baca Juga: Lebih dari 87 Ribu Penelitian Covid-19 Diterbitkan Sejak Pandemi Dimulai

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menerapkan metode ini pada surat-surat yang "terkunci" dari periode Renaisans, yang disimpan di bagasi dan menjadi koleksi museum pos Belanda di Den Haag sejak 1926.

Isi bagasi mencakup lebih dari 3.100 surat yang belum terkirim, sebanyak 557 surat di antaranya belum dibuka dan masih tersegel.

Surat Era Renaisans. [Nature Communication]
Surat Era Renaisans. [Nature Communication]

Dikenal sebagai Brienne Collection, surat-surat itu ditulis dalam bahasa Belanda, Inggris, Prancis, Italia, Latin, dan Spanyol.

Anehnya, begitu surat mencapai Den Haag, surat-surat itu tidak pernah dikirim ke penerima yang dituju dan malah disimpan seorang kepala pos bernama Simon de Brienne. Alasan mengapa ia melakukan hal itu masih tidak diketahui.

Surat yang terkunci menggunakan mekanisme berbeda untuk tetap tertutup rapat, termasuk lipatan, gulungan, celah, lubang, dan perekat.

Baca Juga: Ilmuwan Buat Bumi Versi Digital, Persiapkan Potensi Bencana di Masa Depan

Untuk menembus lapisan kertas yang terlipat, para ahli menggunakan pemindai mikrotomografi sinar-X yang direkayasa di laboratorium penelitian gigi di Queen Mary University of London (QMU).

Komentar