Merugi Akibat Pandemi, Museum Louvre Paris Dibuka Lagi Mulai 6 Juli

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Merugi Akibat Pandemi, Museum Louvre Paris Dibuka Lagi Mulai 6 Juli
Museum Louvre Paris. (Pixabay/139904)

Tujuh puluh persen area publik museum Louvre akan dibuka untuk umum.

Suara.com - Museum yang paling banyak dikunjungi di dunia sekaligus rumah bagi Mona Lisa, Louvre, akan kembali dibuka mulai Senin (6/7).

Menyadur Channel News Asia, destinasi wisata di Paris ini telah mengalami kerugian besar terhantam pandemi virus corona.

Direktur museum Jean-Luc Martinez mengatakan Louvre yang ditutup sejak 13 Maret telah merugi lebih dari 40 juta euro atau setara dengan Rp 655,2 miliar.

Diantara 10 miliar kunjungan pada 2018, sekitar tiga perempat diantaranya merupakan kunjungan turis.

"Kami kehilangan 80 persen dari publik. Tujuh puliuh lima persen pengunjung kami adalah wisatawan asing," ujar Martinez.

Pihak museum juga telah menyiapkan aturan baru bagi para pengunjung. Diantaranya, kewajiban memakai masker, tidak membawa jajanan dan tempat penitipan, hingga pengunjung harus mengikuti jalur yang telah disediakan.

Lukisan Mona Lisa di Museum Louvre. (Pixabay/Free-Photos)
Lukisan Mona Lisa di Museum Louvre. (Pixabay/Free-Photos)

Wisatawan juga harus mematuhi jaga jarak sosial, termasuk mengambil foto di tempat yang telah disediakan.

Disebutkan, tujuh puluh persen area publik museum, sekitar 45 ribu meter persegi, akan dibuka untuk umum.

Sebelumnya, Louvre membuat program virtual yang memungkinkan orang-orang tetap bisa melihat koleksi karya tanpa harus datang langsung ke sana.

Martinez mengatakan pihak museum merencanakan pembenahan guna menyambut 2024, di mana Paris menjadi tuan rumah Olimpiade.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS