Ahli Ragukan Keakuratan Pemindai Suhu Badan untuk Deteksi Tanda Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 09 Maret 2021 | 08:30 WIB
Ahli Ragukan Keakuratan Pemindai Suhu Badan untuk Deteksi Tanda Covid-19
Pemeriksaan Suhu Tubuh. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian terbaru meragukan keakuratan pemindai suhu badan untuk mendeteksi demam, sebagai tanda dari virus Corona (Covid-19).

Studi baru tentang pemindai suhu oleh organisasi penelitian pengawasan IPVM, para peneliti memperingatkan bahwa alat tersebut sangat tidak efektif.

Studi tersebut justru melihat pemeriksaan akan meningkatkan risiko pengabaian orang terinfeksi yang lewat melalui pos pemeriksaan medis.

Menurut laporan The Washington Post usai membahas temuan penelitian dengan Food and Drug Administration (FDA), pihak terkait mengeluarkan peringatan publik bahwa penggunaan perangkat yang tidak tepat, dapat menyebabkan pengukuran tidak akurat dan memberikan risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi serius.

FDA juga mengumumkan telah mengirim surat peringatan resmi ke perusahaan yang menjual sistem pencitraan termal yang tidak disetujui, tidak jelas, dan tidak sah.

Para peneliti menemukan bahwa tujuh pemindai yang banyak digunakan memiliki ketidaktepatan sensor.

Ilustrasi demam. (Shutterstock)
Ilustrasi demam. (Shutterstock)

Orang demam dengan suhu 38 derajat Celcius dapat dipindai oleh perangkat menjadi 36,6 derajat Celcius atau suhu orang yang masih tergolong sehat.

"Kegunaan perangkat ini sebagai pemindai demam sekarang sangat dipertanyakan dan bisa dibilang berisiko bagi kesehatan masyarakat karena alat itu secara aktif melaporkan demam seperti suhu biasa," kata Conor Healy, peneliti utama studi yang dipublikasi di Journal of Biomedical Optics.

Namun, perwakilan dari perusahaan yang diuji, yaitu Certify, Dahua, Meridian, dan ZKTeco membantah temuan tersebut.

baca juga

Menurutnya, sistem mereka tidak memanipulasi pemindaian suhu tetapi dalam beberapa kasus menggunakan teknik perangkat lunak untuk "menyesuaikan diri" dengan lingkungan.

Menurut Peter Plassmann, ahli termografi dan memiliki perusahaan Thermetrix yang merancang sistem pencitraan termal untuk penggunaan medis, mengatakan penelitian tersebut menyoroti bagaimana perusahaan berusaha meningkatkan bisnis, dengan terlalu menyederhanakan bagaimana perangkat pemindaian suhu seharusnya bekerja.

Gelombang produksi pemindai termal muncul dengan lebih dari 200 perusahaan berusaha membuat atau mengiklankan perangkat semacam itu.

Banyak perusahaan pertama kali terjun ke pasar pada tahun lalu tanpa pengalaman sebelumnya dalam pencitraan termal atau perangkat medis.

Dilansir dari Independent, Selasa (9/3/2021), para ahli khawatir bahwa sistem yang belum teruji seperti itu sekarang tersebar luas dan dapat memicu rasa aman yang palsu bagi masyarakat.

Bahkan, menurut perkiraan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun lalu, pemindai termal memiliki kecacatan besar dalam kemampuannya mendeteksi virus Corona.

Tetapi karena tidak ada alternatif langsung untuk mendeteksi, banyak pejabat melihat pemindai suhu tubuh sebagai satu-satunya cara mengidentifikasi seseorang yang menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19.

Food and Drug Administration (FDA). [FDA]
Food and Drug Administration (FDA). [FDA]

Sebelumnya, FDA juga mengatakan dalam pedoman resmi bahwa pemindai termal tidak efektif dalam menentukan apakah seseorang benar-benar menderita Covid-19.

Alat itu belum terbukti akurat saat digunakan untuk mengukur suhu beberapa orang pada waktu yang sama.

FDA secara teratur telah memantau sistem yang bermasalah dan bekerja dengan perusahaan untuk mengatasi kesalahan ketika produk mereka ditemukan berkinerja buruk.

Untuk mendapatkan pemindaian suhu yang akurat, pedoman internasional untuk peralatan listrik medis menyatakan bahwa sistem hanya boleh digunakan di lingkungan yang terkontrol dengan perangkat yang dikalibrasi secara teratur pada orang yang secara konsisten "siap".

Sebagai contoh, orang yang masuk dari ruang tunggu dalam ruangan akan memberikan hasil yang sangat berbeda dari orang lain yang berbaris menunggu di bawah sinar Matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap Bukti Tanah Longsor di Mars

Terungkap Bukti Tanah Longsor di Mars

Tekno | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:00 WIB

Diklaim Dapat Lawan Covid-19, Ilmuwan Buat Obat Antivirus dari Tumbuhan

Diklaim Dapat Lawan Covid-19, Ilmuwan Buat Obat Antivirus dari Tumbuhan

Tekno | Kamis, 04 Februari 2021 | 10:30 WIB

Ukuran Samudra Atlantik Makin Luas, Begini Penjelasannya

Ukuran Samudra Atlantik Makin Luas, Begini Penjelasannya

Tekno | Senin, 01 Februari 2021 | 11:30 WIB

Penelitian Terbaru: Aturan Jaga Jarak Akan Tetap Berlaku Hingga 2022

Penelitian Terbaru: Aturan Jaga Jarak Akan Tetap Berlaku Hingga 2022

Tekno | Minggu, 31 Januari 2021 | 11:30 WIB

Ekstrak Ganja Diklaim Dapat Kurangi Risiko Kematian Covid-19

Ekstrak Ganja Diklaim Dapat Kurangi Risiko Kematian Covid-19

Tekno | Selasa, 19 Januari 2021 | 16:18 WIB

Ilmuwan Temukan Planet Super Earth, Mengorbit Bintang Tertua di Bimasakti

Ilmuwan Temukan Planet Super Earth, Mengorbit Bintang Tertua di Bimasakti

Tekno | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:30 WIB

Terkini

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×