Ingin Tinggal di Bulan? Segini Jumlah Uang yang Harus Disiapkan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 26 Maret 2021 | 12:43 WIB
Ingin Tinggal di Bulan? Segini Jumlah Uang yang Harus Disiapkan
Ilustrasi Bulan. (Shutterstock)

Suara.com - Pembangunan koloni manusia di Mars dan Bulan menjadi ambisi yang serius bagi beberapa perusahaan dirgantara swasta seperti SpaceX dan badan antariksa.

Dengan NASA yang sedang bersiap mengirim astronot perempuan pertama dan lelaki berikutnya ke Bulan serta pembuatan stasiun yang mengorbit di Bulan, tidak heran jika suatu saat para ahli ingin membuat pemukiman di Bulan.

Seorang pakar di Money, broker kredit untuk produk kredit konsumen, merilis panduan hipotek pertama yang mengungkapkan bahwa hidup di permukaan Bulan akan menelan biaya 325.067 dolar AS atau sekitar Rp 4,7 miliar dalam sebulan.

Nominal tersebut termasuk menambahkan detail penyelamat hidup ke rumah seperti segel udara, pendingin udara, pemanas, jendela tahan meteor, isolasi, dan sumber energi organik.

Panduan ini juga mengumpulkan lokasi yang paling dicari di Bulan, di mana Sea of Rains dianggap sebagai pinggiran kota bagi rumah keluarga yang sempurna.

Wilayah tersebut terletak di utara dan merupakan salah satu kawah tubrukan terbesar di tata surya.

Ilustrasi Bulan. [Ponciano/Pixabay]
Ilustrasi Bulan. [Ponciano/Pixabay]

"Dengan populasi Bumi yang semakin meningkat dan teknologi luar angkasa yang semakin maju, tidak lama lagi kehidupan di Bulan menjadi sesuatu yang normal," tulis penelitian tersebut, dikutip dari Daily Mail, Jumat (26/3/2021).

Tim menggunakan berbagai faktor untuk menghitung biaya rumah di Bulan, seperti bahan mentah yang dibutuhkan untuk membangun rumah, bahan khusus yang dibutuhkan untuk membangun atmosfer Bulan, astronot yang diperlukan untuk melakukan perjalanan, dan biaya rata-rata untuk mengangkut bahan ke Bulan.

Data biaya per pon transportasi dikumpulkan dari SpaceX, untuk menghitung jumlah pengiriman ke permukaan Bulan.

baca juga

Menurut panduan hipotek Bulan, rumah pertama yang berfungsi secara penuh di Bulan dapat senilai 48,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 699,5 miliar.

Namun, setelah rumah pertama selesai dibangun, pembangunan rumah selanjutnya mungkin senilai 40 juta dolar AS karena bahan bangunan dan pekerja sudah berada di Bulan.

Ide hidup di Bulan mungkin terdengar mengasyikkan, tetapi orang-orang yang berani mengambil keputusan harus mempertimbangkan gaya hidup Bulan.

"Menghasilkan energi sangat penting ketika kita hidup dalam kondisi ekstrem seperti itu dan karena itu, biaya beberapa pemasok mungkin memaksa kita untuk mempertimbangkan pilihan alternatif," tambah penelitian tersebut.

Cara paling efisien untuk menghasilkan listrik di Bulan adalah dengan membeli reaktor nuklir kecil seharga 1,3 miliar dolar AS.

Alternatif lainnya, membeli 34 panel surya seharga 23.616 dolar AS atau sekitar Rp 340,8 juta yang akan menghasilkan listrik untuk satu rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulan Puasa Kembali Ada Corona, Wapres Maruf Imbau Lagi Ibadah di Rumah

Bulan Puasa Kembali Ada Corona, Wapres Maruf Imbau Lagi Ibadah di Rumah

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 15:02 WIB

Profil Bulan Sutena, Seleb TikTok Jago Nyanyi dan Banyak Prestasi

Profil Bulan Sutena, Seleb TikTok Jago Nyanyi dan Banyak Prestasi

Entertainment | Selasa, 23 Maret 2021 | 11:59 WIB

Secercah Harapan Pemulihan Ekonomi di Bulan Suci Ramadan

Secercah Harapan Pemulihan Ekonomi di Bulan Suci Ramadan

Jabar | Senin, 22 Maret 2021 | 16:07 WIB

Niat Sholat Idul Fitri, Tata Cara hingga Hukumnya

Niat Sholat Idul Fitri, Tata Cara hingga Hukumnya

News | Senin, 22 Maret 2021 | 14:44 WIB

Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

News | Minggu, 21 Maret 2021 | 15:42 WIB

Doa Setelah Sholat Witir, Latin dan Terjemahannya

Doa Setelah Sholat Witir, Latin dan Terjemahannya

News | Minggu, 21 Maret 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×