alexametrics

Pemilik WhatsApp, Mark Zuckerberg, Rupanya Gunakan Signal

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Pemilik WhatsApp, Mark Zuckerberg, Rupanya Gunakan Signal
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [Shutterstock]

Ironis, sebagai pemilik WhatsApp Mark Zuckerberg malah gunakan Signal.

Suara.com - Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang juga membawahi WhatsApp, rupanya juga menggunakan aplikasi pesan Signal yang belakangan disebut-sebut lebih aman karena menghargai privasi para penggunanya.

Informasi soal Zuckerberg menggunakan Signal diungkap oleh Dave Walker, seorang peneliti keamanan siber setelah meneliti data dari 533 juta pengguna Facebook yang baru saja bocor. Salah satu akun yang datanya bocor adalah milik Zuckerberg.

Termasuk dalam data yang bocor itu adalah alamat email serta nomor telepon pengguna. Berkat data-data inilah diketahui bahwa nomor ponsel Zuckerberg ternyata terdaftar di Signal.

"Mark Zuckerberg juga menghormati privasinya sendiri, dengan menggunakan aplikasi percakapan yang memiliki enkripsi end-to-end yang tidak dimiliki @facebook," jelas Walker dalam tweetnya, dikutip dari India Today, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Waduh! Data Pribadi Mark Zuckerberg Ikut Bocor

"Ini adalah nomor yang terkait dengan akunnya dari kebocoran Facebook baru-baru ini," ungkap Walker sembari mengunggah foto kontak Zuckerberg yang bertuliskan 'Mark Zuckerberg is on Signal!'.

Beberapa bulan lalu, aplikasi Signal menjadi salah satu aplikasi populer pengganti WhatsApp yang dipromosikan CEO Tesla, Elon Musk melalui Twitter.
Signal mulai meroket lantaran banyak pengguna WhatsApp yang protes dengan kebijakan privasi baru untuk menghubungkan data percakapan dengan aplikasi induk mereka, Facebook.

WhatsApp kemudian buru-buru mengklarifikasi bahwa pembaruan itu hanya berlaku untuk akun WhatsApp Business dan WhatsApp Business API. Mereka juga akhirnya menunda pembaruan tersebut menjadi bulan Mei 2021.

Uniknya lagi Signal kini dipimpin oleh Bryan Acton, orang yang bersama Jan Koum mendirikan WhatsApp pada 2009 silam. Ia hengkang dari WhatsApp pada 2017 karena tak sepakat dengan kebijakan Facebook. Adapun Facebook membeli WhatsApp pada 2014.

Acton adalah salah satu orang yang paling menentang kebijakan Facebook untuk menjual data-data pengguna ke pengiklan. Ia bahkan berkali-kali menyerukan agar pengguna Facebook meninggalkan media sosial tersebut.

Baca Juga: Waduh! Sebanyak 533 Juta Data Pengguna Facebook Bocor

Komentar