alexametrics

Penelitian Terbaru, Kucing Mati Tertular Covid-19 Pemiliknya

Dythia Novianty
Penelitian Terbaru, Kucing Mati Tertular Covid-19 Pemiliknya
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Penderita Covid-19 telah diberitahu untuk tidak memeluk hewan peliharaan saat sakit.

Suara.com - Penderita Covid-19 telah diberitahu untuk tidak memeluk hewan peliharaan saat sakit. Imbauan ini keluar, setelah kucing mati karena virus corona yang ditularkan dari pemiliknya.

Anak kucing itu mati pada usia empat bulan setelah mengalami kesulitan bernapas. Peneliti Universitas Glasgow mengatakan, SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid, ditemukan di paru-parunya.

Mereka percaya itu mungkin telah memicu pneumonia yang membunuhnya.

Kasus kedua penularan Covid-19 dari manusia ke kucing di Inggris juga diidentifikasi oleh tim yang melakukan skrining terhadap populasi kucing.

Baca Juga: Benarkah Pelihara Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Otak? Ini Faktanya!

Perempuan berusia enam tahun itu berasal dari rumah tangga lain di wilayah lain di Inggris, di mana pemiliknya dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.

Kucing siam itu dibawa ke dokter hewan dengan hidung meler dan konjungtivitis. Dia sembuh total.

Kucing pakai masker. [Shutterstock]
Kucing pakai masker. [Shutterstock]

Ini menunjukkan kucing dapat menunjukkan gejala pernapasan ringan atau parah yang sama, setelah infeksi yang menyerang manusia.

Studi yang dipublikasikan di Veterinary Record, mengatakan saat ini tidak ada bukti penularan dari kucing ke manusia

Tetapi para ilmuwan mengatakan, hewan peliharaan berpotensi bertindak sebagai "reservoir virus" yang memungkinkan penularan terus menerus.

Baca Juga: Bikin Haru, Viral Video Penyelamatan Anak Kucing dari Saluran Kamar Mandi

“Ini adalah laporan pertama penularan SARS-CoV-2 dari manusia ke kucing di Inggris," ujar penulis utama Profesor Margaret Hosie dilansir laman Mirror, Senin (26/4/2021).

Komentar