Benarkah Pelihara Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Otak? Ini Faktanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 23 April 2021 | 14:00 WIB
Benarkah Pelihara Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Otak? Ini Faktanya!
Ilustrasi kucing (pexels/cottonbro)

Suara.com - Parasit dari anjing yang disebut toxocara canis dipercaya bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit. Parasit ini bisa ditularkan ke manusia melalui kontaminasi dari kotoran anjing.

Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah mengeluarkan data terbaru bahwa sekitar 40 juta orang di AS memiliki parasit yang disebut toxoplasma gondii di otak mereka.

Dr Robitzski, ilmuwan yang melakukan penelitian ini mengatakan parasit ini bisa menyebar ke manusia melalui kucing peliharaannya.

Menurut American Cancer Society dilansir dari Mirror UK, semua orang perlu memperhatikan hal ini, karena toksoplasmosis sebagai penyakit yang disebabkan oleh parasit toksoplasma memiliki hubungan dengan peningkatan risiko glioma kanker otak.

Penelitian itu mempertimbangkan dua kelompok orang dari studi American Cancer Society dan Janus Serum Bank dari Kantor endaftaran Kanker Norwegia untuk membandingkan prevalensi antibodi glioma dan T gondii dalam sampel darah pasien.

Ilustrasi kanker otak (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi kanker otak (Pixabay/VSRao)

Hasil analisis menunjukkan hubungan jelas antara keduanya, tetapi itu hanya sebuah tautan, belum berupa bukti yang bisa dipercaya sepenuhnya.

Studi tersebut tidak membuktikan sebab dan akibat antara parasit dan perkembangan kanker otak. Jadi, pemilik kucing tak perlu cemas mengenai temuan ini, karena penelitian ini belum tentu menunjukkan bahwa pelihara kucing bisa meningkatkan risiko kanker.

Tapi, ada kemungkinan toksoplasmosis dan kanker otak saling berkaitan atau kondisi yang disebabkan oleh salah satu di antaranya membuat orang lebih rentan menderita masalah kesehatan lain.

Karena pembahasan ini mengenai parasit dan kanker otak, data lainnya juga menunjukkan bahwa sejumlah kecil pasien toksoplasmosis memiliki risiko glioma yang lebih rendah atau tidak memiliki kaitan sama sekali.

baca juga

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah orang dengan toksoplasmosis mungkin lebih berisiko terpapar hal-hal lainnya yang bisa memicu kanker.

Kesimpulannya, temuan ini membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan pelihara kucing meningkatkan risiko kanker otak atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Haru, Viral Video Penyelamatan Anak Kucing dari Saluran Kamar Mandi

Bikin Haru, Viral Video Penyelamatan Anak Kucing dari Saluran Kamar Mandi

Hits | Kamis, 22 April 2021 | 16:44 WIB

Bejad! Ayah Kandung Aniaya Anak Gara-Gara Kotoran Kucing

Bejad! Ayah Kandung Aniaya Anak Gara-Gara Kotoran Kucing

Bogor | Kamis, 22 April 2021 | 14:36 WIB

Anak Perempuan 10 Tahun Dianiaya Ayah Kandung Gara-gara Kucing

Anak Perempuan 10 Tahun Dianiaya Ayah Kandung Gara-gara Kucing

Jabar | Kamis, 22 April 2021 | 12:45 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×