Waspada, Badai Matahari Bisa Matikan Sinyal Radio di Bumi Minggu Ini!

Dythia Novianty

Selasa, 25 Mei 2021 | 08:30 WIB
Waspada, Badai Matahari Bisa Matikan Sinyal Radio di Bumi Minggu Ini!
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Badai Matahari dapat mematikan sinyal radio dan menyebabkan pemadaman navigasi, kemungkinan sedang menuju ke arah Bumi.

Para ahli telah memperingatkan Matahari bisa menembakkan suar Matahari ke Bumi yang menyebabkan pemadaman radio.

"Kemarin, 22 Mei, bintik matahari AR2824 melepaskan semburan api matahari, tidak seperti yang pernah kita lihat selama bertahun-tahun," ujar Astronom Tony Phillips dari Space Weather menulis di situsnya.

Menurutnya, Solar Dynamics Observatory NASA merekam 9 flare kelas C dan 2 flare kelas M hanya dalam 24 jam.

Ledakan rapidfire melemparkan banyak CME yang tumpang tindih ke luar angkasa.

Analis NOAA masih mengurai awan untuk menentukan apakah ada yang mungkin menghantam Bumi.

"Sejauh ini, tampaknya tidak ada yang benar-benar diarahkan ke Bumi, tetapi pukulan sekilas mungkin terjadi mulai 26 Mei" kata dia dilansir laman The Sun, Selasa (25/5/2021).

Medan magnet bumi membantu melindungi kita dari konsekuensi yang lebih ekstrim dari jilatan api Matahari.

Suar surya yang lebih lemah akan menimbulkan aurora seperti Cahaya Utara.

baca juga

Tampilan cahaya alami itu adalah contoh magnetosfer Bumi yang dibombardir oleh angin Matahari, yang menciptakan tampilan hijau dan biru yang cantik.

Namun, Matahari juga dapat memancarkan suar yang disebut 'coronal mass ejection' atau CME, yang jauh lebih kuat daripada suar surya kelas M.

Pada 1989, letusan Matahari yang kuat menembakkan begitu banyak partikel bermuatan listrik di Bumi sehingga Provinsi Quebec di Kanada kehilangan daya selama sembilan jam.

Suar Matahari dapat menyebabkan masalah bagi teknologi kita di Bumi, tetapi suar tersebut dapat mematikan bagi astronot jika menyebabkan cedera atau mengganggu komunikasi kendali misi.

Siklus Badai Matahari. [NASA]
Siklus Badai Matahari. [NASA]

Matahari saat ini berada di awal siklus Matahari 11 tahun yang baru, yang biasanya mengalami letusan dan suar yang tumbuh lebih intens dan ekstrem.

Peristiwa ini diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 2025 dan diharapkan Pengorbit Surya akan mengamati semuanya karena akan terbang dalam jarak 26 juta mil dari Matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Konfirmasi Sinyal Radio Pertama dari Dalam Bimasakti

Ilmuwan Konfirmasi Sinyal Radio Pertama dari Dalam Bimasakti

Tekno | Rabu, 11 November 2020 | 11:29 WIB

Pernah Dibahas di 2012, LAPAN Ungkap Ada 'Kiamat' karena Badai Matahari

Pernah Dibahas di 2012, LAPAN Ungkap Ada 'Kiamat' karena Badai Matahari

Batam | Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Cari Bukti Kehidupan di Luar Bumi, 288 Ribu Bintang Ditargetkan

Cari Bukti Kehidupan di Luar Bumi, 288 Ribu Bintang Ditargetkan

Tekno | Sabtu, 05 September 2020 | 12:30 WIB

Wahana Penelitian Solar Orbiter Lakukan Penyelidikan di Pusat Tata Surya

Wahana Penelitian Solar Orbiter Lakukan Penyelidikan di Pusat Tata Surya

Video | Kamis, 27 Agustus 2020 | 08:00 WIB

Berkat Badai Matahari, Penampakan Aurora Borealis Terlihat Lebih Jelas

Berkat Badai Matahari, Penampakan Aurora Borealis Terlihat Lebih Jelas

Tekno | Senin, 20 Mei 2019 | 13:25 WIB

Lapan: Tak Ada Badai Matahari, Cuma Badai Geomagnetik

Lapan: Tak Ada Badai Matahari, Cuma Badai Geomagnetik

Tekno | Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×