Waspada! Malware Ini Meniru Aplikasi Populer di Android

Senin, 07 Juni 2021 | 16:43 WIB
Waspada! Malware Ini Meniru Aplikasi Populer di Android
Malware penipu aplikasi populer. [Bitdefender]

Suara.com - Perusahaan keamanan siber Bitdefender, menemukan adanya aplikasi pihak ketiga palsu yang disusupi malware bernama TeaBot dan Flubot.

Aplikasi ini mengecoh pengguna dengan meniru aplikasi populer, yang di mana itu adalah aplikasi palsu.

Mengutip Phone Arena, Senin (7/6/2021), tercatat ada lima aplikasi populer palsu yang berisi malware trojan TeaBot.

Salah satu aplikasi palsu ini, telah diinstal lebih dari 50 juta kali.

Aplikasi berisi Teabot ini didistribusikan lewat aplikasi Adblock atau pemblokir iklan palsu.

Aplikasi ini kemudian meminta izin untuk ditampilkan di atas aplikasi lain, menampilkan notifikasi, dan menginstal aplikasi di luar Google Play Store.

Malware penipu aplikasi populer. [Bitdefender]
Malware penipu aplikasi populer. [Bitdefender]

Malware TeaBot sendiri bisa berdampak untuk melakukan beberapa kerusakan serius, termasuk serangan overlay melalui layanan aksesibilitas Android.

Selain itu juga mencegat pesan, melakukan berbagai aktivitas keylogging, mencuri kode Google Authentication, hingga mengambil kendali perangkat dari jarak jauh.

Jika TeaBot disebarkan lewat aplikasi pemblokir iklan, maka Flubot disebarkan lewat SMS spam.

Baca Juga: Duh! Apple Akui Mac Lebih Rentan Disusupi Malware

Flubot ini mencuri beberapa data seperti banking, kontak, SMS, dan data pribadi lainnya, termasuk kemampuan untuk mengirim SMS palsu ke pengguna lain.

Flubot meniru aplikasi pengiriman populer seperti DHL Express Mobile dengan lebih dari 1 juta instal di Google Play Store, Fedex dengan lebih dari 5 juta instal, dan Correos yang diinstal lebih dari 500.000 kali.

Aplikasi yang berisi malware ini juga dibuat hampir mirip dengan aplikasi asli, namun ada sedikit perubahan di nama dan ikonnya.

Misalnya, salah satu aplikasi VLC palsu diberi nama VLC MediaPlayer. Sementara VLC asli bernama 'VLC for Android'. Kedua aplikasi juga memiliki ikon yang mirip.

Malware penipu aplikasi populer. [Bitdefender]
Malware penipu aplikasi populer. [Bitdefender]

Diketahui 79,5 persen malware Teabot telah ditemukan di Spanyol dengan 11,18 persen disebarluaskan di Italia dan 4,6 persen didistribusikan di Belanda.

Untuk menangkalnya, Bitdefender menyarankan agar pengguna tidak pernah memasang aplikasi baru di luar Google Play Store.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI