BMKG: Suhu Dingin Akhir-akhir Ini Tak Berhubungan dengan Aphelion

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 16 Juli 2021 | 15:25 WIB
BMKG: Suhu Dingin Akhir-akhir Ini Tak Berhubungan dengan Aphelion
BMKG mengatakan suhu dingin belakangan, yang dalam bahasa Jawa disebut bediding, tak ada hubungannya dengan aphelion. Di saat kemarau, suhu memang lebih dingin. Foto: Ilustrasi suhu dingin di Lembang, Bandung. [Instagram]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan suhu dingin akhir-akhir ini, yang juga disebut sebagai bediding dalam bahasa Jawa, tidak disebabkan oleh fenomena aphelion tetapi hembusan angin dari Australia.

BMKG, lewat akun Instagram-nya Kamis (15/7/2021) membeberkan bahwa suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, di periode Juli - September.

"Saat ini wilayah Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau, pada periode ini ditandai oleh pergerakan angin bertiup dominan dari arah Timur yang berasal dari Benua Australia," jelas BMKG.

Sementara aphelion adalah fenomena saat matahari berada di titik terjauhnya dari Bumi. Aphelion terjadi pada 6 Juli lalu. Ketika itu jarak matahari dari Bumi sekitar 152.100.527 km.

Menurut BMGK aphelion tidak memiliki efek signifikan terhadap suhu muka Bumi dan termasuk pada suhu di Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa.

Suhu dingin belakangan ini dipicu oleh angin dari Australia, benua di tenggara Indonesia yang sedang mengalami musim dingin.

"Pada bulan Juli ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia (dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia)," beber BMKG.

Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.

Selain itu, berkurangnya awan dan hujan juga membuat suhu semakin dingin. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas, sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

"Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan," jelas BMKG.

Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Jateng Dilanda Dingin Menggigil Saat Kemarau, Apa Sebenarnya Fenomena Bediding?

Warga Jateng Dilanda Dingin Menggigil Saat Kemarau, Apa Sebenarnya Fenomena Bediding?

News | Minggu, 13 Juli 2025 | 19:45 WIB

Apa Itu Fenomena Aphelion? Benarkah Menimbulkan Penyakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Apa Itu Fenomena Aphelion? Benarkah Menimbulkan Penyakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 21:13 WIB

Aphelion 2025: Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Aphelion 2025: Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Ini Dampaknya bagi Indonesia

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 11:28 WIB

Mengenal Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia?

Mengenal Fenomena Aphelion 2025: Benarkah Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem di Indonesia?

Tekno | Senin, 07 Juli 2025 | 10:48 WIB

Darurat Gaza: Puluhan Ribu Warga Tinggal Tanpa Perlindungan di Tengah Cuaca Memburuk

Darurat Gaza: Puluhan Ribu Warga Tinggal Tanpa Perlindungan di Tengah Cuaca Memburuk

News | Senin, 03 Februari 2025 | 03:40 WIB

Benarkah Cuaca Dingin Membuat Sakit?

Benarkah Cuaca Dingin Membuat Sakit?

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 21:05 WIB

Suhu Dingin Ekstrem Renggut Nyawa Bayi 1 Bulan, Krisis Kemanusiaan Gaza Makin Parah

Suhu Dingin Ekstrem Renggut Nyawa Bayi 1 Bulan, Krisis Kemanusiaan Gaza Makin Parah

News | Senin, 30 Desember 2024 | 20:43 WIB

Mengenal Musim Bediding: Fenomena Suhu Rendah di Puncak Kemarau, Bisa Capai 16 Derajat Celcius!

Mengenal Musim Bediding: Fenomena Suhu Rendah di Puncak Kemarau, Bisa Capai 16 Derajat Celcius!

Lifestyle | Kamis, 18 Juli 2024 | 14:34 WIB

Apa Itu Aphelion? Fenomena yang 'Difitnah' Jadi Penyebab Suhu Dingin Pulau Jawa

Apa Itu Aphelion? Fenomena yang 'Difitnah' Jadi Penyebab Suhu Dingin Pulau Jawa

Tekno | Kamis, 18 Juli 2024 | 05:22 WIB

Apa Itu Fenomena Bediding? Penyebab Suhu Dingin yang Terjadi di Yogyakarta

Apa Itu Fenomena Bediding? Penyebab Suhu Dingin yang Terjadi di Yogyakarta

Tekno | Rabu, 17 Juli 2024 | 10:32 WIB

Terkini

HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh

HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:00 WIB

iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo

iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:20 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro

Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:08 WIB

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:43 WIB

Daftar Full Roster 9 Tim MPL ID Season 17 Terlengkap, Main Sebentar Lagi

Daftar Full Roster 9 Tim MPL ID Season 17 Terlengkap, Main Sebentar Lagi

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:26 WIB

Cara Bikin Kartu Ucapan Lebaran di Galaxy S26 Ultra, Praktis Pakai AI

Cara Bikin Kartu Ucapan Lebaran di Galaxy S26 Ultra, Praktis Pakai AI

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:21 WIB

Acer Aspire Go 14 : Laptop Tipis Warna Baru, RAM Bisa Upgrade hingga 32GB

Acer Aspire Go 14 : Laptop Tipis Warna Baru, RAM Bisa Upgrade hingga 32GB

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:10 WIB

Bantu Kenali Mekanisme Bos World of Warcraft, Game Steam Gratis Ini Jadi Tempat Latihan

Bantu Kenali Mekanisme Bos World of Warcraft, Game Steam Gratis Ini Jadi Tempat Latihan

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:00 WIB

Honor X7d dan Honor X6c Resmi di Indonesia: HP AI Kamera 108MP, Baterai 6500mAh Mulai Rp2 Jutaan

Honor X7d dan Honor X6c Resmi di Indonesia: HP AI Kamera 108MP, Baterai 6500mAh Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:57 WIB

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond

Tekno | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:42 WIB