alexametrics

Telkom dan Gojek Gelar Program Muda Maju Bersama 1000 Startup di Indonesia Timur

Liberty Jemadu
Telkom dan Gojek Gelar Program Muda Maju Bersama 1000 Startup di Indonesia Timur
Merayakan HUT ke-56, Telkom ingin mendorong terciptakan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Foto: Ilustrasi logo Telkom. [Antara]

Indonesia saat ini memiliki 2,251 start up dan menempati posisi ke lima negara dengan jumlah start up terbanyak di dunia

Suara.com - Perusahaan jasa daring Gojek bersama BUMN PT Telkom mendorong akselerasi usaha rintisan atau start up muda di Kawasan Timur Indonesia melalui Program Muda Maju Bersama (MMB) 1.000 Start Up.

"Salah satu upaya tersebut dengan bersama-sama menyusun kurikulum akselerasi MMB 1.000 Start Up," kata Direktur Digital Business PT Telkom M Fajrin Rasyid pada pertemuan virtual yang digelar Gojek-PT Telkom yang melibatkan peserta Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, serta daerah lainnya, Jumat (16/7/2021).

Dia mengatakan penyusunan kurikulum tersebut melibatkan kolaborasi ITDRI yang menjadi best practice pada bidangnya dan platform Gojek smartfest id yang beberapa tahun terakhir menjadi acuan anak muda di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam meningkatkan soft skill yang tidak didapat di institusi formal.

Upaya mendorong start up muda ini, lanjut Fajrin, untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo yang menekankan pembangunan SDM yang unggul sebagai prioritas utama dalam Program Indonesia Maju.

Baca Juga: Gojek Kenalkan Inisiatif Baru Dukung Nakes Saat PPKM Darurat

Untuk mencapai target 2045 itu, setidaknya dibutuhkan 9 juta digital talent dalam kurun waktu 15 tahun ke depan atau sekitar 600.000 talenta digital setiap tahunnya untuk dapat berkarya dan berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi digital di Indonesia.

Sementara itu Co-Founder & CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan inovasi adalah DNA Gojek. Karena itu, sejak awal Gojek lahir dari sebuah ide yang melalui berbagai kreativitas dengan bakat dan keterampilan anak bangsa, kemudian mampu menciptakan peluang-peluang untuk memberikan dampak positif seluas-luasnya.

"Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan start up. Berdasarkan data Start up Rangking.com diketahui Indonesia saat ini memiliki 2,251 start up dan menempati posisi ke lima negara dengan jumlah start up terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada," jelasnya.

Kevin mengatakan dengan potensi yang ada di KTI itu maka harus mampu memanfaatkan peluang, sekaligus menciptakan lebih banyak dampak sosial melalui berbagai inovasi teknologi, sehingga Indonesia terutama di kawasan timur bisa semakin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital dan menjadi pemimpin di negeri sendiri.

Baca Juga: Telkom Group Borong Penghargaan di Ajang AKHLAK Award 2021