alexametrics

Kuburan Makhluk Laut Mirip Alien dari Zaman Dinosaurus Ditemukan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kuburan Makhluk Laut Mirip Alien dari Zaman Dinosaurus Ditemukan
Fosil makhluk laut mirip alien. [Natural History Museum]

Ahli paleontologi menemukan kuburan fosil makhluk laut mirip alien.

Suara.com - Ahli paleontologi menemukan kuburan fosil makhluk laut mirip alien, dari Periode Jurassic atau Zaman Dinosaurus, di bawah tambang batu kapur di wilayah Cotswolds Inggris.

Temuan fosil ini mencakup puluhan ribu invertebrata laut yang disebut echinodermata, termasuk nenek moyang kuno bintang laut, teripang, dan bulu babi.

Fosil yang terawetkan dengan baik itu diprediksi mengembangkan komunitas dasar laut dengan baik.

Namun, bencana seperti tanah longsor yang dipicu gempa bumi mengubur hewan tersebut selama 167 juta tahun.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Fosil Hewan Tertua di Bumi

"Makhluk-makhluk itu mencoba melindungi diri mereka sendiri tetapi semuanya sia-sia. Mereka terdorong ke dalam sedimen dan terkubur hidup-hidup," kata Neville Hollingworth, seorang pemburu fosil amatir yang menemukan fosil ini saat mendaki bersama istrinya.

Situs ini berasal dari periode Jurassic tengah atau kira-kira 200-145 juta tahun lalu, ketika sauropoda raksasa dan dinosaurus theropoda haus darah menguasai daratan.

Fosil makhluk laut mirip alien. [Natural History Museum]
Fosil makhluk laut mirip alien. [Natural History Museum]

Berbeda dengan dunia laut pada Periode Jurassic, setengah dari semua spesies laut telah mati dalam peristiwa kepunahan pada akhir periode Trias dan echinodermata berevolusi secara signifikan.

Dilansir dari Live Science, Jumat (30/7/2021), tim ilmuwan memprediksi lokasi dasar laut ini dulunya mungkin cukup dangkal, sekitar 20-40 meter.

Meskipun tidak tahu dengan jelas apa sebenarnya yang menghancurkan komunitas besar ini, para ilmuwan tetap antusias untuk menganalisisnya karena fosil terawetkan dengan baik di bawah lumpur.

Baca Juga: Fosil Kelelawar Vampir Berusia 100 Ribu Tahun Ditemukan

Dengan ribuan spesimen beragam yang siap untuk dianalisis, tim ahli berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang evolusi echinodermata selama Periode Jurassic.