alexametrics

YouTube Premium Lite Diuji Coba, Tawarkan Harga Lebih Murah

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
YouTube Premium Lite Diuji Coba, Tawarkan Harga Lebih Murah
Tampilan Youtube Premium di Indonesia. [Dok Youtube]

Harga paket Youtube Premium Lite 40 persen lebih murah ketimbang Youtube Premium biasa.

Suara.com - Google sedang menguji layanan berlangganan baru bernama Youtube Premium Lite. Layanan ini diklaim menawarkan harga lebih terjangkau ketimbang layanan premium biasa.

Paket ini sedang diuji coba di beberapa negara Eropa seperti Belgia, Denmark, Finlandia, Luxemburg, Belanda, Norwegia, dan Swedia.

"Kami sedang menguji penawaran baru untuk memberikan lebih banyak pilihan ke pengguna lewat Premium Lite. Layanan ini dibanderol 6,99 euro (Rp 118.500) per bulan dan termasuk video bebas iklan di YouTube," kata Juru Bicara YouTube, dilaporkan The Verge, Rabu (4/8/2021).

Sebagai perbandingan, paket ini lebih murah 40 persen ketimbang YouTube Premium biasa. Di Eropa, paket YouTube Premium dibanderol 11,99 euro atau Rp 203.500 per bulan.

Baca Juga: Cara Membuat Youtube Shorts, Mudah Lewat Ponsel

Paket Premium Lite ini mencakup video bebas iklan di seluruh aplikasi YouTube, mulai dari browser, iOS, Android, Smart TV, konsol game, serta YouTube Kids.

Namun paket ini tidak termasuk untuk YouTube Music, yang berarti aplikasi streaming musik ini tetap menampilkan iklan, tidak bisa diputar di latar belakang, atau download offline.

YouTube mengatakan Premium Lite saat ini masih dalam tahap uji coba. Mereka juga tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan lebih banyak sesuai feedback dari pengguna.

YouTube menawarkan tiga paket berlangganan seperti YouTube Premium, Premium Family, hingga Premium Student. Layanan YouTube Premium ini menyediakan fitur seperti minimize di latar belakang, video tanpa iklan, download offline, hingga YouTube Music.

Di Indonesia, YouTube Premium dibanderol Rp 59.000 per bulan, Premium Family dikenakan tarif 89.000 per bulan, sedangkan Premium Student sebesar Rp 34.990 per bulan.

Baca Juga: Misinformasi Covid-19, YouTube Blokir Media Australia

Komentar