alexametrics

Pamer Saldo ATM di Media Sosial Bisa Picu Efek Negatif Secara Psikologis

Liberty Jemadu
Pamer Saldo ATM di Media Sosial Bisa Picu Efek Negatif Secara Psikologis
Tren pamer saldo ATM sedang ramai di TikTok. Foto: Ilustrasi mesin ATM (Shutterstock).

Kasandra Putranto, psikolog dari UI, mengatakan bahwa demi ketenaran dan kekayaan, orang rela melakukan hal-hal aneh di media sosial, termasuk pamer saldo ATM.

Suara.com - Pamer saldo tabungan yang sekarang tren di media sosial melalui tantangan review saldo ATM dinilai bisa menimbulkan dampak buruk secara psikologis bagi masyarakat, apalagi di tengah kondisi sulit masa pandemi sekarang ini.

"Ada orang yang dapat menerima tren tersebut dengan reaksi biasa, ada yang menjadi terbeban, ada yang menjadi iri atau bahkan tertekan," kata psikolog dari Universitas Indonesia, A. Kasandra Putranto, ketika dihubungi ANTARA, Selasa.

Menurut Kasandra, fenomena itu ramai di media sosial akibat ulah sebagian masyarakat yang berlomba-lomba mengejar ketenaran dan keberuntungan.

Pandemi COVID-19 tak hanya menimbulkan kebiasaan baru di masyarakat. Tekanan akibat pembatasan aktivitas sosial secara fisik, termasuk work from home menjadi salah satu faktor munculnya tren-tren baru pada masyarakat, khususnya di media sosial. Salah satunya yang sedang viral adalah pamer saldo ATM di media sosial Tik Tok.

Baca Juga: 5 Fakta Video Viral Saldo ATM Rp 11 Triliun di TikTok yang Sampai Dikomentari Ditjen Pajak

"Pada dasarnya, di masa kini, semua orang berlomba-lomba mengejar fame and fortune (ketenaran dan keberuntungan). Berbagai upaya dimaksimalkan untuk menggapai cita-cita tersebut di era digital ini," katanya.

Risiko yang bisa dialami masyarakat akibat tren itu, menurut Kasandra, bermacam-macam tergantung dari kondisi psikologis masing-masing orang. Namun yang jelas, tren itu bisa menimbulkan bagai efek bagi masyarakat.

Menurut Kasandra, media sosial dan aktivitas di dalamnya sangat berdampak besar bagi kesehatan mental seseorang.

"Sekarang muncul fenomena adiksi medsos yang membuat seseorang terganggu fungsi kehidupannya, sehingga lalai melakukan hal-hal penting dalam hidupnya," jelas Kasandra memberikan contoh.

"Serba instan, ingin segera memperoleh apa yang diinginkan, bahkan banyak kejahatan mengintai di balik media sosial. Mulai dari kekerasan (fisik), kekerasan seksual, penipuan, perampokan, judi online, sampai ancaman pembunuhan," tuturnya.

Baca Juga: Biaya Transaksi Bank di ATM Link Aja per 1 Juni 2021

Beraktivitas di media sosial berlebihan dan bukan untuk hal-hal positif, Kasandra menegaskan, bisa menimbulkan dampak buruk psikologis. Banyak dari sebagian masyarakat yang merasa stres akibat terlalu banyak terpapar medsos.

Komentar