BRGM: Rehabilitasi Mangrove Adalah Investasi Jangka Panjang

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 22:57 WIB
BRGM: Rehabilitasi Mangrove Adalah Investasi Jangka Panjang
Warga Desa Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melakukan penanaman mangrove . [Antara/HO/BRGM]

Suara.com - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menyatakan kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mampu meningkatkan perekonomian warga.

"Rehabilitasi mangrove ini merupakan investasi jangka panjang 4-5 tahun atau lebih, rehabilitasi mangrove bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, apabila dikelola menjadi ekowisata" ujar Sekretaris BRGM Ayu Dewi Utari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Bahkan, rehabilitasi mangrove melalui pola Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa menjaga ekosistem serta memberikan tambahan penghasilan untuk masyarakat.

"Kegiatan rehabilitasi mangrove tidak mungkin terlaksana secara instan, karena menanam mangrove di umur 1-2 tahun manfaatnya belum banyak, tapi di umur 5 tahun atau lebih, manfaatnya akan sangat besar untuk masyarakat," ujarnya.

Manfaat tersebut, tambahnya, misalnya terbentuknya daerah wisata dari ekosistem mangrove, bisa jadi tambahan penghasilan baru bagi masyarakat.

"Ekosistem terjaga, masyarakat sejahtera, tujuan utama dari restorasu gambut dan rehabilitasi mangrove," katanya.

Sementara itu Ketua Kelompok Embun Sementeh, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Maspian mengatakan dalam program penanaman mangrove BRGM dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sei Jang Duriangkang, kelompoknya mendapat kuota area tanam seluas 55 hektare.

Sejak Maret 2021, kelompoknya sudah mulai menanami area tersebut dan ditargetkan selesai pada November atau Desember 2021.

"Progresnya sekarang sudah sekitar 65 persen," ujar dia.

Baca Juga: Pantau Gambut Soroti Rendahnya Komitmen Restorasi Swasta

Maspian mengatakan ada dua lokasi penanaman, yakni lokasi tanam pertama berjarak 3 kilometer dari pelabuhan dimana Kelompok Embuh Sementeh mendapat lokasi penanaman seluas 10 hektare.

"Kalau yang lokasi kedua, 45 hektare, jauh. (Jaraknya) 10 sampai 15 kilometer," kata dia.

Maspian berharap dukungan pemerintah, dalam hal ini BRGM dapat berlangsung tiap tahun karena selain menjawab persoalan lapangan kerja masyarakat, kegiatan semacam ini juga menjadi investasi bagi anak cucunya di barat daya Pulau Natuna.

"Sehingga nantinya ekosistem mangrove bisa dimanfaatkan sebagai lokasi ekowisata yang menambah pemasukan warga," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI