Kabar Baik: Antibodi Llama Terbukti Lumpuhkan Covid-19 di Lab, Kini Diuji pada Manusia

Liberty Jemadu

Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:05 WIB
Kabar Baik: Antibodi Llama Terbukti Lumpuhkan Covid-19 di Lab, Kini Diuji pada Manusia
Antibodi llama terbukti sangat efektif melumpuhkan Covid-19. Kini sedang diuji ke manusia. (Shutterstock)

Suara.com - Antibodi yang dihasilkan hewan llama akan memainkan peranan penting dalam perang global melawan Covid-19 jika uji coba klinis yang sedang digelar oleh sebuah perusahaan rintisan Belgia berbuah manis.

Para peneliti dari VIB-UGent Center for Medical Biotechnology di Ghent, Belgia mengklaim bahwa antibodi dari seekor llama bernama Winter telah berhasil melumpuhkan virulensi infeksi virus corona Sars-Cov-2, termasuk varian-varian baru dalam uji coba di laboratorium.

Dominique Tersago, kepala peneliti medis dari ExeVir, perusahaan yang masih bagian dari VIB-UGent, mengatakan antibodi dari llama itu akan menjadi suplemen vaksin untuk membantu mereka yang memiliki sistem imun lebih rendah dan menjadi obat pagi penderita Covid-19.

Antibodi llama, demikian diwartakan Reuters, Selasa (24/8/2021), berukuran sangat kecil. Mereka bisa menempel di bagian spesifik pada duri protein virus Sars-Cov-2 dan membuat virus sukar bermutasi.

Pada saat yang sama antibodi llama juga menunjukkan aktivitas kuat untuk melumpuhkan virus corona varian Delta, jelas Tersago.

Pekan lalu uji klinis terhadap manusia telah dimulai. Antibodi itu diberikan kepada beberapa sukarelawan sehat dan beberapa lagi yang sedang dirawat karena Covid-19. Diharapkan hasil uji klinis ini memberikan hasil yang sama seperti di laboratorium.

Xavier Saelens, salah satu pemimpin VIB-UGent, mengatakan llama menghasilkan antibodi yang lebih kecil ukurannya ketimbang antibodi yang dihasilkan mamalia. Selain itu antibodi llama juga lebih stabil dan lebih mudah untuk diproduksi ulang.

"Ukurannya sangat kecil, sehingga bisa mencapai target lebih mudah, bisa menggapai bagian-bagian tubuh virus yang sukar ditembus oleh antibodi konvensional," jelas Saelens.

Penelitian serupa di Amerika

baca juga

Sebelumnya pada awal Agustus ini, sejumlah ilmuwan di Pennsylvania, Amerika Serikat juga menemukan bahwa fragmen antibodi llama, yang mereka sebut nanobodi, terbukti sangat efektif dalam melumpuhkan Covid-19 dan berbagai variannya.

Para ilmuwan dari University of Pittsburgh di Pennsylvania mengatakan studi mereka, yang menggunakan mikroskopi krio-elektron, berhasil melihat secara langsung bagaimana nanobodi llama melumpuhkan virus corona Sars-Cov-2.

Tekni mikroskopi krio-elektron merupakan teknik untuk mempelajari detail paling kecil - hingga ke skala atom - dari struktur sel, virus, dan protein. Tiga penemu teknik ini diganjari Nobel Kimia pada 2017 lalu.

"Kami tidak saja berhasil menyajikan secara rinci mekanisme nanobodi ini dalam melumpuhkan Sars-Cov-2, tetapi juga menemukan arah untuk mendesain mereka menjadi obat-obatan di masa depan," kata Yi Shi, ilmuwan dari University of Pittsburgh.

Studi Shi dkk diterbitkan di jurnal Nature Communications pada Rabu (4/8/2021).

Dalam studi ini Shi menggunakan teknik mikroskopi krio-elektron untuk melihat bagaimana nanobodi-nanobodi llama berinteraksi dengan virus Sars-Cov-2, mencegah virus itu masuk ke sel, dan apa efeknya terhadap varian-varian baru virus corona baru itu.

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa nanobodi ampuh melawan Covid-19 varian Alpha, Delta, dan beberapa varian baru lainnya.

Para ilmuwan menggolongkan nanobodi-nanobodi itu ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan duri protein Sars-Cov-2, fitur pada virus yang berfungsi sebagai pembuka jalan ke dalam sel tubuh manusia.

Kelompok nanobodi pertama (Class I) terbukti bisa menggantikan bagian dari sel manusia yang sering dijadikan sasaran duri protein virus corona. Alhasil, virus gagal masuk ke dalam sel.

Kelompok nanobodi kedua (Class II) berfungsi mengikat area duri protein, fitur yang lazim ditemukan pada keluarga virus corona. Ini artinya nanobodi ini tidak saja bisa melumpuhkan Sars-Cov-2, tetapi juga virus corona lainnya termasuk Sars-Cov-1.

Sementara Class III adalah nanobodi yang mampu menempel pada area tertentu dari duri protein Sars-Cov-2 - kemampuan yang tak dimiliki oleh antobodi yang berukuran lebih besar. Akibatnya duri-duri protein virus tak bisa melipat - sebuah mekanisme yang diperlukan virus agar masuk ke sel tubuh manusia.

Shi mengatakan keberhasilan menjabarkan semua kelemahan Sars-Cov-2 dan cara untuk melawan virus itu menjanjikan potensi besar di masa depan. Beberapa para ilmuwan sebelumnya mengatakan nanobodi llama ini bisa dijadikan vaksin atau obat Covid-19 yang dihirup lewat hidung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qualcomm Hadirkan Pengoperasian Model AI Meta Llama 3, Makin Personal

Qualcomm Hadirkan Pengoperasian Model AI Meta Llama 3, Makin Personal

Tekno | Rabu, 24 April 2024 | 07:17 WIB

Meta Dituntut atas Hak Cipta Kumpulan Data Pelatihan Llama

Meta Dituntut atas Hak Cipta Kumpulan Data Pelatihan Llama

Tekno | Kamis, 14 Desember 2023 | 17:06 WIB

Bagaimana Cara Pasien Kanker Terlindung Secara Optimal dari COVID-19?

Bagaimana Cara Pasien Kanker Terlindung Secara Optimal dari COVID-19?

Health | Jum'at, 16 Desember 2022 | 22:02 WIB

Pria dengan Kadar Testosteron Rendah Lebih Berisiko Terkena Covid-19 Parah dan Dirawat di Rumah Sakit

Pria dengan Kadar Testosteron Rendah Lebih Berisiko Terkena Covid-19 Parah dan Dirawat di Rumah Sakit

Health | Sabtu, 03 September 2022 | 16:25 WIB

Booster Covid-19 Lebih Bisa Melawan Omicron Dibanding Dua Dosis Vaksin Saja

Booster Covid-19 Lebih Bisa Melawan Omicron Dibanding Dua Dosis Vaksin Saja

Health | Sabtu, 03 September 2022 | 06:45 WIB

Obat Kumur Dapat Mencegah Infeksi Covid-19 Bila Mengandung Senyawa Satu Ini

Obat Kumur Dapat Mencegah Infeksi Covid-19 Bila Mengandung Senyawa Satu Ini

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:00 WIB

India Punya Vaksin Covid-19 Khusus Hewan, Apa Namanya?

India Punya Vaksin Covid-19 Khusus Hewan, Apa Namanya?

Health | Senin, 08 Agustus 2022 | 08:20 WIB

Ilmuwan Kembangkan Permen Karet untuk Menjebak Virus Covid-19 di Mulut

Ilmuwan Kembangkan Permen Karet untuk Menjebak Virus Covid-19 di Mulut

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 17:49 WIB

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 12:30 WIB

Sekelompok Ilmuwan Menemukan Sumber Covid-19 Pertama, Benar Berasal di Pasar Wuhan?

Sekelompok Ilmuwan Menemukan Sumber Covid-19 Pertama, Benar Berasal di Pasar Wuhan?

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 10:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×