95 Persen Permukaan Laut Terancam Memburuk 80 Tahun Lagi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 30 Agustus 2021 | 11:43 WIB
95 Persen Permukaan Laut Terancam Memburuk 80 Tahun Lagi
Ilustrasi permukaan laut naik. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan 95 persen permukaan Bumi saat ini terancam berubah drastis menjadi lebih buruk pada akhir abad ini, kecuali ada upaya untuk mengendalikan emisi karbon.

Iklim permukaan laut ditentukan oleh suhu air permukaan, keasaman, dan konsentrasi mineral aragonit yang digunakan banyak hewan laut untuk membentuk tulang dan cangkang.

Laut global telah menyerap sekitar sepertiga dari semua polusi karbon yang dihasilkan sejak Revolusi Industri.

Dalam penelitian yang berbasis di Amerika Serikat, para ahli ingin mengetahui efek polusi karbon di permukaan laut sejak pertengahan abad ke-18. Tim juga memproyeksikan dampak emisi hingga tahun 2100.

Untuk melakukannya, para ilmuwan memodelkan iklim laut global dalam tiga periode waktu, yaitu awal abad ke-19 (1795-1834), akhir abad ke-20 (1965-2004), dan akhir abad ke-21 (2005-2014).

Para ahli menjalankan model melalui dua skenario emisi. Pertama, dikenal sebagai RCP4.5, para ahli membayangkan puncak emisi gas rumah kaca pada 2050 diikuti oleh penurunan yang lambat di sisa abad ini.

Iklim permukaan laut. [Nature]
Iklim permukaan laut. [Nature]

Sementara skenario kedua yang disebut RCP8.5 adalah pendekatan seperti biasa, di mana emisi terus meningkat selama 80 tahun ke depan.

Dalam jurnal Nature Scientific Reports, para peneliti menemukan bahwa di bawah skenario RCP4.5, 36 persen dari kondisi permukaan laut yang ada pada abad ke-20 saat ini kemungkinan akan hilang pada 2100.

Jika skenario menggunakan tingkat emisi tinggi, maka angka itu naik menjadi 95 persen.

baca juga

Tim juga menemukan bahwa 82 persen permukaan laut mungkin mengalami iklim yang memburuk pada 2100. Ini termasuk laut yang lebih panas, lebih asam, dan yang mengandung lebih sedikit mineral penting bagi kehidupan laut.

"Komposisi lautan yang berubah karena polusi karbon kemungkinan akan berdampak pada semua spesies permukaan," kata Katie Lotterhos, ilmuwan dari Pusat Ilmu Kelautan Universitas Northeastern, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (30/8/2021).

Meskipun spesies laut saat ini dapat berpindah menghindari wilayah laut yang hangat atau asam, tetapi kondisi yang memburuk di masa depan akan membuat ruang gerak spesies terbatas.

Para ahli memperingatkan bahwa pemerintah perlu memantau emisi dan kebiasaan perubahan spesies permukaan laut di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Asteroid dengan Orbit Tercepat di Tata Surya

Ilmuwan Temukan Asteroid dengan Orbit Tercepat di Tata Surya

Tekno | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:36 WIB

Pecahkan Rekor, Eksperimen Nuklir Ini Hasilkan Energi 10 Kuadriliun Watt

Pecahkan Rekor, Eksperimen Nuklir Ini Hasilkan Energi 10 Kuadriliun Watt

Tekno | Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:16 WIB

Bersihkan Virus, Ilmuwan Temukan Metode Sempurna Cuci Tangan

Bersihkan Virus, Ilmuwan Temukan Metode Sempurna Cuci Tangan

Tekno | Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:53 WIB

5 Tanda di Kuku Ini Mampu Ungkap Seseorang Pernah Terinfeksi Covid-19

5 Tanda di Kuku Ini Mampu Ungkap Seseorang Pernah Terinfeksi Covid-19

Tekno | Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:05 WIB

Cincin Saturnus Beriak, Ungkap Inti Dalam Planet

Cincin Saturnus Beriak, Ungkap Inti Dalam Planet

Tekno | Selasa, 17 Agustus 2021 | 07:30 WIB

Radiasi Dapat Picu Kehidupan di Mars

Radiasi Dapat Picu Kehidupan di Mars

Tekno | Senin, 16 Agustus 2021 | 09:19 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×