alexametrics

Dulu Dibully Tak Bisa Baca, Warganet Ini Sukses Jadi Dosen di Usia 22 Tahun

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Dulu Dibully Tak Bisa Baca, Warganet Ini Sukses Jadi Dosen di Usia 22 Tahun
Ilustrasi bullying. (Unsplash/Morgan Basham).

Seorang warganet yang telah menjadi dosen muda, setelah sempat dibully karena tidak bisa membaca saat sekolah.

Suara.com - Kesuksesan dapat diraih oleh siapa pun tanpa melihat latar belakang, selama seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh.

Hal ini dibagikan oleh seorang warganet yang telah menjadi dosen muda, setelah sempat dibully karena tidak bisa membaca saat sekolah.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @alano_1010 pada 27 Agustus, warganet bercerita bahwa ia pernah dilempar batu saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD) karena dianggap bodoh.

Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]
Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]

Karena terus dibully, warganet bahkan memutuskan untuk pindah sekolah. Namun setelah lulus SD, tindakan bully yang diterimanya tidak berhenti begitu saja.

Baca Juga: Bikin Ngakak, Warganet Ini Cetak Formulir Vaksin Mirip Kertas Pemilu

Warganet masih terus diejek, salah satunya karena fisik. Ia juga mengaku pernah ditolak perempuan setelah menyatakan perasaannya.

"Kelas 1 SD dilempar pakai batu karena bodoh nggak bisa membaca, pindah sekolah karena kena bully di SD lama. Bertahan 5 tahun di SD yang baru. Ketika SMP adalah bullyan yang paling menyakitkan. Salah satunya adalah karena gigi maju," tulis pemilik akun.

Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]
Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]

Tak ingin menyerah, warganet pun belajar dengan giat ketika duduk di bangku SMA agar ia bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan dan mendapat beasiswa.

Beruntung, warganet pun meraih beasiswa yang diinginkannya. Namun, ia sempat merasa salah memilih jurusan sehingga tidak bersemangat dalam belajar. Hal itu berimbas pada Indeks Prestasi (IP).

"Ketika SMA belajar yang giat biar bisa lulus SNMPTN dan dapat beasiswa. Ketika S1 pernah merasa salah jurusan sehingga IP pernah 2,27. Namun tetap usaha terus agar bisa S2 dengan beasiswa lagi," tambah warganet.

Baca Juga: Makan Gratis di Warung Ini, Syaratnya Bikin Geleng Kepala

Usahanya pun membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan jenjang S1 dalam waktu tiga tahun lima bulan, S2 hanya ditempuhnya selama satu tahun lima bulan, dengan seluruh pendidikannya dibiayai oleh beasiswa.

Kini, ia menjadi dosen muda di usianya yang baru 22 tahun karena ia menempuh SD tanpa TK pada umur 5 tahun.

Warganet mengaku bahwa kunci dari keberhasilannya terletak pada rasa percaya diri dan tidak menyerah saat dibully.

Unggahannya itu pun viral dan menarik perhatian dunia maya. Video yang telah dilihat sebanyak lebih dari 5,8 juta penayangan dan disukai sebanyak lebih dari 606.800 kali oleh sesama pengguna TikTok itu pun menuai beragam komentar.

Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]
Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]

"Gue juga korban bully, semoga bisa kayak dia juga aamiin," tulis akun @ssica34.

"Keren sih kamu, semoga bisa jadi contoh buat orang-orang nggak menyerah dengan keadaan," komentar @karenina_nia.

"Emang bullying itu parah banget. Alhamdulillah sekarang masih kuat," tambah @2160492576.

Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]
Warganet ini dibully tapi kini sukses. [TikTok]

"Inilah alasan gue nggak ngebully atau beda-bedain temen. Jalan hidup orang nggak ada yang tahu, bisa jadi dia lebih sukses daripada gue," ungkap @aufafaiz0.

"Balas dendam terbaik adalah menjadi sukses," sahut @cheryl_kenzo.

Komentar