alexametrics

Bir Berusia 9.000 Tahun Ditemukan di China, Digunakan untuk Ritual Kematian

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Bir Berusia 9.000 Tahun Ditemukan di China, Digunakan untuk Ritual Kematian
Artefak kuno berkaitan dengan pembuatan bir di China berusia 9.000 tahun. [Eurakalert]

Para arkeolog menemukan beberapa artefak tertua yang terkait dengan pembuatan bir di China berusia 9.000 tahun.

Suara.com - Para arkeolog menemukan beberapa artefak tertua yang terkait dengan pembuatan bir di China berusia 9.000 tahun.

Namun, tim ahli menduga bir itu dibuat bukan untuk bersenang-senang seperti zaman modern saat ini.

Temuan tersebut terdiri dari dua kerangka manusia yang dikelilingi oleh beberapa tembikar keramik.

Dari 50 tembikar yang ditemukan, para ahli mengambil 20 untuk dianalisis.

Baca Juga: Biara Hilang dari Abad ke-8 Ditemukan di Inggris

Analisis mencakup apakah tembikar tersebut digunakan untuk membuat makanan atau minuman dan apakah bahan-bahan produknya sulit untuk dikumpulkan.

Dalam kasus ini, para ahli menyimpulkan tembikar tersebut digunakan untuk membuat minuman bir yang digunakan dalam hal tak biasa.

Artefak kuno berkaitan dengan pembuatan bir di China berusia 9.000 tahun. [PLOS ONE]
Artefak kuno berkaitan dengan pembuatan bir di China berusia 9.000 tahun. [PLOS ONE]

Studi menunjukkan bahwa bir diminum sebagai bagian dari upacara ritual yang berkaitan dengan penguburan orang menginggal.

Beberapa tembikar memiliki ukuran yang mirip dengan gelas minum pada saat ini.

Sementara tujuh artefak di antara tampak seperti teko Hu berleher panjang, yang digunakan untuk minum alkohol pada periode sejarah selanjutnya.

Baca Juga: Tengkorak Kuno Transylvania Ditemukan, Persembahan Kematian?

"Melalui analisis residu tembikar, hasil kami mengungkapkan bahwa bejana tembikar digunakan untuk menampung bir, dalam arti yang paling umum," kata Jiajing Wang, antropolog dari Dartmouth College.

Komentar