alexametrics

Kominfo: Internet 5G Berpotensi Sumbang Rp 2.800 Triliun untuk PDB Indonesia di 2030

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Kominfo: Internet 5G Berpotensi Sumbang Rp 2.800 Triliun untuk PDB Indonesia di 2030
Ilustrasi koneksi internet 5G (Shutterstock).

Perkembangan internet 5G di tanah air berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp 2.800 triliun.

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate menyatakan, perkembangan internet 5G di tanah air berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp 2.800 triliun atau setara 9,5 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030.

"Nilai ini terus tumbuh hingga berpotensi mencapai angka kumulatif lebih dari Rp 3.500 triliun atau setara dengan 9,8 persen dari total PDB Indonesia pada tahun 2035," jelas Plate dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (16/9/2021).

Mengutip hasil Survei World Economic Forum pada 2020, Johnny menunjukkan 95 persen pelaku industri nasional, telah mengadopsi teknologi IoT dan cloud computing dari manfaat teknologi 5G, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Ia melanjutkan, penerapan 5G yang agresif juga memberikan potensi keuntungan bagi peningkatan investasi bisnis di Indonesia, dengan tambahan investasi sebesar Rp 591 triliun di 2030 dan Rp 719 di 2035.

Baca Juga: Strategi Kominfo Maksimalkan Internet 5G di Indonesia

"Penerapan 5G yang agresif ini menghadirkan potensi peningkatan produktivitas per kapita sebesar Rp 9,7 juta pada tahun 2030, dan Rp 11,6 juta pada tahun 2035," paparnya.

Kemudian, internet 5G juga menambah lapangan kerja sebesar 4,6 juta kesempatan kerja pada 2030 dan 5,1 juta kesempatan kerja pada 2035 mendatang.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate. [Antara]
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate. [Antara]

Selain bermanfaat bagi ekonomi makro Indonesia, Menkominfo menjelaskan penggelaran 5G di Indonesia juga berpotensi membantu mengembangkan ekonomi hilir, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kualitas jaringan yang sangat baik yang dapat diakses oleh seluruh pelaku UMKM memungkinkan transaksi dilakukan lebih efektif dan lancar, dengan memanfaatkan platform digital yang memungkinkan perekonomian berkembang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia," ujarnya.

Johnny mengingatkan, setidaknya ada lima aspek kebijakan yang harus dikelola secara komprehensif untuk mendukung pergelaran koneksi 5G yang berkualitas.

Baca Juga: Indonesia Kembali Kedatangan Ratusan Ribu Dosis Vaksin Pfizer

Adapun kebijakan tersebut antara lain regulasi, spektrum frekuensi radio, model bisnis, infrastruktur, hingga talenta perangkat, ekosistem, serta digital.

"Kelima aspek tersebut sangat vital bagi pengembangan ekosistem 5G, sehingga akan menghasilkan nilai dan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan sektor ekonomi," jelasnya.

Komentar