Array

Studi Terbaru, Bekerja dari Rumah 4 Hari Seminggu Tekan Polusi Udara

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 23 September 2021 | 08:30 WIB
Studi Terbaru, Bekerja dari Rumah 4 Hari Seminggu Tekan Polusi Udara
Ilustrasi bekerja dari rumah. (Unsplash/Bench Accounting)

Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 pada 2020, sebagian besar tenaga kerja global bekerja jarak jauh dan mengakibatkan penurunan tajam polusi udara di seluruh dunia.

Sebuah studi baru menemukan bahwa pekerja yang melakukan telecommuting empat hari seminggu dapat mengurangi tingkat nitrogen dioksida (NO2) sebanyak 10 persen.

Para peneliti di Institut Ilmu dan Teknologi Lingkungan dari Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB) melihat tiga skenario yang berbeda.

Meliputi telecommuting dua, tiga atau empat hari seminggu, dan menemukan bahwa tingkat NO2 akan menurun sebesar 4 persen, 8 persen dan 10 persen, masing-masing.

Jika 40 persen karyawan sektor jasa melakukan telecommuting empat hari seminggu, kadar NO2 tidak hanya akan turun 10 persen, tetapi emisi lalu lintas juga akan turun 15 persen.

Selain itu, lama perjalanan yang dilakukan pekerja yang tersisa untuk sampai ke pekerjaan mereka akan menurun sebesar 37,5 persen.

Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Dalam dua skenario lainnya, yakni dua hari untuk 20 persen tenaga kerja dan tiga hari untuk 30 persen, emisi lalu lintas akan turun masing-masing sebesar 5 persen dan 10 persen.

Lama perjalanan terkait pekerjaan juga akan menurun masing-masing sebesar 12,5 persen dan 25 persen, sebagaimana melansir Dailymail, Kamis (23/9/2021).

Para peneliti mendasarkan temuan mereka pada data mobilitas dan kualitas udara yang diperoleh di Barcelona selama penguncian Covid-19.

Baca Juga: Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia, Pakar Ingatkan Dampak Polusi untuk Lingkungan

"Kami mengusulkan agar kerja jarak jauh diprioritaskan dan dipromosikan sebagai kontribusi efektif terhadap pengurangan polusi udara perkotaan jangka panjang dan puncak polusi jangka pendek," tulis penulis penelitian.

Penelitian yang dilakukan bersama dengan perusahaan perencanaan mobilitas perkotaan Anthesis Lavola, didasarkan pada laporan mobilitas dari Otoritas Transportasi Metropolitan Barcelona.

Hampir 85 persen tenaga kerja Barcelona memiliki pekerjaan di sektor jasa dan 40 persen dari semua kendaraan yang dikendarai dilakukan untuk tujuan pekerjaan.

Untuk selanjutnya, dorongan yang signifikan untuk melakukan telecommute sebagian dari minggu kerja dapat memiliki implikasi luas pada perubahan polusi dan peningkatan kualitas udara.

Barcelona memiliki perkiraan populasi tenaga kerja sekitar 1,1 juta, menurut Forum Budaya Kota Dunia.

Para peneliti juga melihat, tingkat persentase konsentrasi NO2 yang signifikan antara kasus dasar dan tiga skenario selama perjalanan pagi yang khas dari Senin hingga Jumat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI