alexametrics

Aturan Baru Ini Mewajibkan Semua Ponsel Gunakan Charger USB-C, Bagaimana Nasib iPhone?

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Aturan Baru Ini Mewajibkan Semua Ponsel Gunakan Charger USB-C, Bagaimana Nasib iPhone?
Ilustrasi USB-C. [Denys Vitali/Pixabay]

Sebuah aturan baru mengusulkan untuk mewajibkan penggunaan USB-C sebagai port pengisi daya untuk ponsel.

Suara.com - Komisi Eropa baru saja mengusulkan peraturan baru yang memaksa produsen elektronik menggunakan USB-C sebagai port pengisi daya (charger) untuk ponsel, tablet, laptop, kamera, headphone, hingga konsol game genggam.

Itu artinya, mereka juga memaksa Apple mengganti charger lightning yang selama ini digunakan untuk ponsel populer mereka, iPhone.

Aturan baru Komisi Eropa ini juga memerintahkan teknologi pengisi daya cepat (fast charging) menjadi sama rata untuk semua brand elektronik.

Ini akan berdampak pada produsen elektronik yang seringkali membedakan kecepatan fast charging di perangkat mereka.

Baca Juga: iPhone Baru Bocor, Tim Cook Kejar Pelakunya!

Bahkan, Komisi Eropa berencana memaksa produsen berhenti menggabungkan charger dalam kotak perangkat elektronik baru yang dirilis.

Mereka juga memastikan konsumen di Eropa agar bisa memperoleh charger dengan kecepatan yang sama untuk semua perangkat miliknya.

Ilustrasi iPhone. [Firmbee/Pixabay]
Ilustrasi iPhone. [Firmbee/Pixabay]

Margrethe Vestager selaku Executive Vice-president for a Europe fit for the Digital Age menyatakan, konsumen di Eropa cukup lama frustrasi karena banyaknya charger yang tidak kompatibel menumpuk di laci mereka.

"Kami memberi banyak waktu kepada industri untuk menyelesaikannya, sekarang waktunya sudah tepat untuk tindakan legislatif demi charger yang bisa digunakan di semua perangkat," ujarnya, dikutip dari Android Central, Jumat (24/9/2021).

Setelah aturan berlaku, ini bisa membantu mengurangi limbah elektronik hingga 1.000 ton per tahun.

Baca Juga: Sederet HP Samsung Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai 1 November, Berikut Daftar Lengkapnya

Komisi Eropa juga mengklaim upaya ini memungkinkan konsumen hemat 250 juta euro atau Rp 4,1 triliun per tahun dari pembelian charger.

Komentar