alexametrics

Perkuat Keamanan Siber Indonesia, BSSN Gandeng Huawaei

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Perkuat Keamanan Siber Indonesia, BSSN Gandeng Huawaei
Ilustrasi keamanan siber. [Gerd Altmann/Pixabay]

Huawei Indonesia kembali menegaskan komitmennya berbagi pengetahuan keamanan siber.

Suara.com - Huawei Indonesia kembali menegaskan komitmennya berbagi pengetahuan keamanan siber, melalui pembaruan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Mereka menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) tripartit baru antara ketiga belah pihak, yakni Institut Teknologi Del (IT Del), BSSN, dan Huawei, pada Senin (27/9/2021).

MoU baru Huawei dan BSSN ini adalah untuk memfasilitasi pembelajaran lanjutan, sertifikasi profesional, dan peningkatan kompetensi dalam masalah keamanan siber.

Sementara, PKS yang baru menjadikan IT Del sebagai hub kolaborasi keamanan siber bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten Dorong Lembaga Keuangan Miliki Keamanan Siber

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Huawei sangat beruntung dengan kinerja perwakilannya di Indonesia yang cukup dikenal. Sehingga, teknologi Huawei dipergunakan secara luas.

"Terbentuknya Huawei Academy di Indonesia dan kerja sama Tripartit juga menunjukkan komitmen Huawei untuk tidak hanya membangun infrastruktur digital di Indonesia, tetapi juga terhadap pengembangan sumber daya manusia digital dan transfer teknologi termutakhir,” ucap Luhut dalam siaran pers, Selasa (28/9/2021).

MoU Institut Teknologi Del (IT Del), BSSN, dan Huawei terkait keamanan siber Indonesia, Senin (27/9/2021). [Huawei Indonesia]
MoU Institut Teknologi Del (IT Del), BSSN, dan Huawei terkait keamanan siber Indonesia, Senin (27/9/2021). [Huawei Indonesia]

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia amatlah penting bagi Indonesia.

CEO dan Founder Huawei Ren Zhengfei berpendapat, negara China juga memiliki sejumlah contoh pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan operasional di beberapa kegiatan yang bersifat vital.

Misalnya, kata Ren, Indonesia dapat belajar mengintegrasikan teknologi cerdas ke dalam pengoperasian sehari-hari di banyak pelabuhan dan bandara strategis negara.

Baca Juga: OJK: Lembaga Jasa Keuangan Harus Punya Keamanan Siber Terintegrasi

Selain itu, juga dalam penerapan teknologi 5G, AI, nirkabel, dan radar untuk meningkatkan standar keamanan di tambang batu bara secara signifikan.

Komentar