alexametrics

BMKG: 805 Gempa Terjadi di September 2001, Satu Gempa Merusak

Liberty Jemadu
BMKG: 805 Gempa Terjadi di September 2001, Satu Gempa Merusak
Peta titik gempa tektonik selama September 2021. Jumlah gempa September mencapai 805 kali. [Daryono BMKG/Facebook]

Jika dibandingkan dengan Agustus, jumlah gempa September 2021 lebih sedikit.

Suara.com - Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa selama bulan September 2021 telah terjadi gempa tektonik sebanyak 805 kali di Indonesia. Dari jumlah itu, hanya satu gempa merusak, yakni yang terjadi di Brebes-Bumiayu pada 28 September.

Jika dibandingkan dengan Agustus, jumlah gempa pada September lebih sedikit. Jumlah gempa merusak juga lebih sedikit. Adapun data-data ini disampaikan oleh Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meski demikian, penting dicamkan bahwa berkurangnya jumlah gempa tidak berarti turunnya risiko akibat bencana lindu. Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu meramalkan dengan tepat kapan terjadinya gempa dan berapa kekuatannya.

Adapun selama September 2021, gempa signifikan dengan kekuatandi atas 5,0 terjadi sebanyak 11 kali sedangkan gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 terjadi sebanyak 794 kali.

Baca Juga: Garut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,5, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 61 kali. Gempa merusak terjadi satu kali yaitu Gempa Brebes-Bumiayu magnitudo 3,0 pada 28 September 2021 pukul 8.40.40 WIB yang menimbulkan kerusakan wilayah Kecamatan Sirampog sebanyak 19 rumah warga.

Zona aktif gempa selama September 2021 terdapat di Aceh-Sumatra Utara, Lombok-Sumbawa- Bima, Sulbar-Sulsel-Sulteng-Sulut, Laut Maluku, Ambon-Seram, dan Papua Utara.

Sebagai pembanding, jumlah gempa pada Agustus 2021 adalah 807. Dari jumlah itu ada tiga gempa yang menyebabkan kerusakkan.

Ketiga gempa merusak tersebut, yaitu Gempa Tanggamus, Lampung dengan magnitudo 5,3 pada 6 Agustus 2021 dipicu aktivitas subduksi lempeng. Gempa menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan rumah di Kota Agung berupa dinding bangunan yang retak-retak.

Kemudian Gempa Padang Lawas Utara, Sumatera Utara bermagnitudo 5,2 pada 11 Agustus 2021 merusak beberapa rumah, dipicu sesar aktif, yaitu Sesar Besar Sumatra (The Great Sumatra Fault Zone) tepatnya pada Segmen Toru.

Baca Juga: Awali Bulan Oktober, Cilacap Diguncang Gempa Sebanyak 2 Kali, Ini Penjelasan BMKG

Gempa ini menimbulkan kerusakan ringan, yakni retak-retak pada dinding, seperti yang terjadi di Kompleks Perumahan Bandara Aek Godang dan bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah, Panompuan.

Komentar