Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:16 WIB
Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer
Atmosfer Pluto. [Swri.org]

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer Pluto sedang mengalami transformasi aneh karena semakin lama mulai menghilang.

Menggunakan pengamatan dari teleskop di beberapa lokasi di Amerika Serikat dan Meksiko, tim peneliti mengamati Pluto dan atmosfer tipisnya, yang terutama terbuat dari nitrogen, seperti yang ada di Bumi.

Para ahli menemukan jika es memanas di Pluto, itu dapat mengubah kepadatan atmosfernya.

Selama sekitar 25 tahun, Pluto telah bergerak semakin jauh dari Matahari, sehingga suhu permukaannya menurun.

Ditambah dengan pengamatan terbaru, para ilmuwan menemukan bukti yang menunjukkan bahwa atmosfer Pluto sebenarnya membeku kembali ke permukaannya saat planet kerdil itu semakin dingin.

Pluto terletak sangat jauh dari Matahari, sehingga seiring berjalannya waktu, Pluto akan menjadi lebih dingin dan semakin jauh sebelum mendekati Matahari di wilayah lain dari orbitnya.

Ilustrasi Planet Pluto. [Shutterstock]
Ilustrasi Planet Pluto. [Shutterstock]

Berkat fenomena yang dikenal sebagai inersia termal, tekanan permukaan dan kerapatan atmosfer Pluto terus meningkat hingga 2018.

Pada dasarnya, Pluto memiliki sisa panas sejak dekat dengan Matahari.

Namun, inersia mulai berkurang dan ketika Pluto semakin dingin, maka semakin banyak atmosfernya yang membeku kembali ke permukaannya dan menghilang.

Baca Juga: Obati Leukemia, Ilmuwan Israel Gabungkan Biologi dan Kecerdasan Buatan

"Persistensi atmosfer Pluto yang berkelanjutan menunjukkan bahwa reservoir es nitrogen di permukaan Pluto tetap hangat oleh panas yang tersimpan di bawah permukaan," kata Leslie Young, ilmuwan dari Southwest Research Institute (SwRI).

Namun, dia menambahkan, data baru menunjukkan bahwa itu mulai mendingin.

Dilansir dari Live Science, Selasa (12/10/2021), para peneliti dapat melakukan pengamatan terhadap Pluto dan atmosfernya berkat cahaya latar bintang.

Saat mengamati Pluto ketika melintas di depan bintang, tim melihat "kilatan pusat" di tengah jalur bayangan planet kerdil.

Kilatan, yang disebabkan oleh atmosfer Pluto yang membiaskan cahaya ke pusat bayangan, mengubah kurva cahaya yang biasanya terjadi selama okultasi dari bentuk U menjadi bentuk W.

Atmosfer Pluto. [Swri.org]
Atmosfer Pluto. [Swri.org]

Para ahli telah mendiskusikan temuan ini di Pertemuan Tahunan American Astronomical Society Division for Planetary Sciences ke-53.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI