alexametrics

Bos Twitter Ejek Rencana Mark Zuckerberg soal Facebook Metaverse

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Bos Twitter Ejek Rencana Mark Zuckerberg soal Facebook Metaverse
CEO dan pendiri Twitter, Jack Dorsey berbicara dalam sebuah pertemuan dengan pelajar India di New Delhi, 22 November 2018. [AFP/Prakash Singh]

Metaverse yang diumbar Zuckerberg dimaksudkan sebagai konsep internet masa depan.

Suara.com - CEO Twitter Jack Dorsey mengejek rencana CEO Facebook, Mark Zuckerberg, untuk membuat media sosial itu menjadi metaverse di masa depan.

Metaverse yang diumbar Zuckerberg dimaksudkan sebagai konsep internet masa depan, di mana pengguna bisa berkumpul di ruang virtual dengan bantuan perangkat VR dan AR. Konsep baru ini seolah membuat mereka bertemu secara langsung.

Sindiran Dorsey bermula dari sebuah tweet yang diunggah akun @udiverse21. Akun tersebut menjelaskan ambisi Zuckerberg membangun metaverse sekaligus menjelaskan awal mula adanya kata tersebut.

Dijelaskan bahwa metaverse muncul dari seorang penulis bernama Neal Stephenson dalam novel berjudul Snow Crash. Metaverse digambarkan sebagai dunia virtual yang dimiliki oleh perusahaan, di mana pengguna diperlakukan sebagai warga negara dalam kepemimpinan diktator yang distopia atau sesuatu yang menakutkan.

Baca Juga: Facebook Ganti Nama, Bakal Diumumkan Pekan Depan

Kemudian akun tersebut bertanya, "Bagaimana jika Neal benar?"

Dorsey kemudian menanggapi dengan quote tweet, "NARRATOR He was".

Ini menandakan Dorsey seolah setuju dengan kesimpulan yang dibuat akun tersebut, di mana rencana Zuckerberg membangun metaverse adalah sesuatu terkait konsep internet yang menakutkan, sebagaimana diwartakan Dailymail, Jumat (22/10/2021).

Metaverse memang sebuah rencana Zuckerberg yang sudah digaungkan beberapa bulan lalu. Terakhir, Facebook membuka lowongan kerja untuk 10.000 pegawai dari Uni Eropa dalam mengembangkan metaverse.

Kemudian Facebook juga berencana untuk mengubah nama perusahaan, namun tetap mempertahankan produk mereka seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Pengubahan nama ini mirip seperti Alphabet yang menjadi perusahaan induk Google, termasuk YouTube, hingga Nest.

Baca Juga: Facebook Dikabarkan Akan Ganti Nama, Ahli Bilang Tetap Tak Bisa Lepas Pengawasan

Selain Google, Snapchat juga mengubah nama perusahaan menjadi Snap Inc pada 2016. Saat itu, mereka memperkenalkan sebagai perusahaan kamera dan memulai debutnya dengan meluncurkan sepasang kacamata kamera bernama Spectacles.

Komentar