alexametrics

3 Fakta Gerhana Bulan Jumat Besok, yang Pertama Setelah 600 Tahun

Liberty Jemadu
3 Fakta Gerhana Bulan Jumat Besok, yang Pertama Setelah 600 Tahun
Fase gerhana bulan total terlihat di Pagermaneuh, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (27/5/2021). [Antara/Raisan Al Farisi]

Ini adalah gerhana bulan sebagian paling lama sejak 18 Februari 1440.

Suara.com - Gerhana bulan sebagian yang terjadi Jumat besok (19/11/2021) merupakan salah satu fenomena langit menarik nan langka. Para astronom mengatakan gerhana bulan itu merupakan yang terlama dalam sekitar 600 tahun terakhir

"Gerhana Bulan Sebagian 19 November akan berlangsung selama 6 jam dan merupakan gerhana dengan total durasi terpanjang selama hampir enam abad," tulis astronom Avivah Yamani di Langit Selatan.

Ia mengatakan total durasi gerhana bulan besok berlangsung selama sekitar 6 jam. Durasi gerhana sebagian itu sendiri, ketika Bulan masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi, sekitar 3,5 jam.

Berikut adalah 5 fakta gerhana bulan sebagian besok:

Baca Juga: Besok Gerhana Bulan di Kepri, Dapat Dilihat pada Waktu Ini

1. Paling lama dalam 600 tahun
Gerhana bulan sebagian yang terjadi besok disebut sebagai yang paling lama dalam 600 tahun terakhir. Avivah menjelaskan bahwa secara keseluruhan gerhana bulan Jumat akan berlangsung selama 6 jam 1 menit 29 detik.

Ini adalah gerhana bulan sebagian paling lama sejak 18 Februari 1440. Gerhana bulan sebagian dengan durasi setara diprediksi terjadi pada 30 November 2039, yang akan berlangsung 2 menit lebih pendek.

2. Berlangsung hanya 2 jam di Indonesia
Meski akan menjadi yang terlama di dunia, gerhana bulan sebagian besok hanya akan bisa diamati selama maksimal 2 jam 20 menit di Indonesia. Itu pun hanya mereka yang berada di Papua yang bisa menikmatinya.

Andi Pangerang, peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan puncak gerhana bulan sebagian besok tak bisa diamati dari Bumi Nusantara bagian barat.

  • Andi menuturkan gerhana bulan diawali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00.20 WIB. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal penumbra dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

  • Fase gerhana bulan selanjutnya adalah awal sebagian yang terjadi pukul 14.18.21 WIB. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal sebagian karena Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

    Puncak gerhana bulan sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB. Wilayah yang dapat menyaksikan fase puncak gerhana bulan sebagian antara lain Provinsi Papua Barat (kecuali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat), Provinsi Papua dan sebagian provinsi Maluku (Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara/Kepulauan Kei, Kabupaten Kepulauan Aru).

  • Fase akhir sebagian terjadi pada pukul 17.47.23 WIB. Wilayah yang dapat menyaksikan fase ini antara lain Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimatan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali dan Jawa (kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat).

  • Fase akhir sebagian juga dapat disaksikan oleh masyarakat di sebagian Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas) dan Provinsi Bangka Belitung (kecuali Kabupaten Bangka Barat).

  • Fase akhir penumbra terjadi pada pukul 19.05.28 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan fase akhir penumbra ini.

3. Gerhana bulan terakhir
Andi juga mengatakan bahwa gerhana bulan sebagian yang terjadi besok adalah yang ketiga pada 2021. Sebelumnya sudah terjadi gerhana bulan total pada 26 Mei lalu dan gerhana matahari cincin di 10 Juni, yang tak bisa diamati dari Indonesia.

Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021 Jadi yang Terlama Abad Ini?

Gerhana terakhir tahun ini, yakni gerhana matahari sebagian akan terjadi pada 4 Desember. Sayang fenomena ini tak bisa diamati dari Tanah Air.

Komentar