Mengenal Apa Itu Lahar Dingin, Ancaman Berikutnya Setelah Awan Panas

Rifan Aditya

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:02 WIB
Mengenal Apa Itu Lahar Dingin, Ancaman Berikutnya Setelah Awan Panas
Viral mobil diterjang lahar dingin Gunung Semeru. [Foto: tangkapan layar Instagram/@malangraya_info]

Suara.com - Erupsi Gunung Semeru memberikan dampak luar biasa di dua wilayah administratif di Jawa Timur yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Usai erupsi, lahar dingin akan menjadi ancaman berikutnya bagi masyarakat setelah awan panas. Apa itu lahar dingin?

Peringatan soal lahar dingin di sekitar Gunung Semeru telah disampaikan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono. Untuk mengenal apa itu lahar dingin, mari simak ulasan lengkap tentang di bawah ini. 

Pengertian Lahar

Melansir dari laman ilmugeografi, lahar adalah aliran lava yang bercampur dengan air atau lumpur, menyebabkan sifat lava yang panas menjadi hilang. Lahar memiliki sifat yang sama dengan air, yaitu mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah.

Lahar akan mengalir, dengan membawa materi yang sebelumnya terbawa oleh lava, ditambah dengan air ataupun lumpur. Lava yang membawa batuan besar dan menjadi lahar, maka lahar tersebut juga akan membawa materi yang sama. Lava yang menjadi lahar, kapasitas dan kecepatannya juga dapat bertambah.

Apa itu Lahar Dingin? 

Lahar dibedakan menjadi dua, yaitu lahar dingin dan lahar panas. Perbedaan ini dilihat berdasarkan sifat dari lahar itu sendiri, serta jenis air yang tercampur dengan lava.

Lahar dingin adalah lava yang mengalir, dan bercampur dengan air atau lumpur yang dingin. Lahar dingin ini membawa materi batuan besar, debu, lumpur, dan juga bom vulkanik. Sifat seperti air, di maja lahar dingin akan akan bergerak menuju daerah yang lebih rendah.

Air dingin yang tercampur dengan lava akan membuat sifat lava yang panas menjadi dingin. Akibat tercampur dengan air dingin, maka lahar dingin berwarna abu- abu, dan berbentuk agak kental.

baca juga

Selain itu, lahar dingin juga mengalir melalui saluran yang telah disiapkan. Biasanya saat meletus, lava sengaja dialirkan pada sungai, sehingga akan menjadi lahar dingin.

Namun, pada saat kuantitas lahar dingin tidak mampu ditampung oleh aliran sungai, maka lahar dingin akan meluap, dan menuju ke daerah di sekitarnya. Biasanya yang menjadi tempat meluapnya lahar dingin adalah pemukiman penduduk yang ada di sekitar bantaran sungai.

Apa Dampak Lahar Dingin

Lahar dingin merupakan lahar yang membawa materi besar, sehingga kerusakan yang ditimbulkan juga sangat besar. Jika terdapat curah hujan yang tinggi, maka aliran lahar dingin akan semakin cepat hingga menerjang seperti banjir bandang.

Lahar dingin mampu menghancurkan rumah penduduk karena materi batuan yang dibawanya cukup besar. Selain itu, akibat tercampur dengan air dan juga lumpur, lahar dingin yang akan membeku, menyebabkan terbentuknya timbunan lumpur yang besar.

Pasir yang terbawa oleh lahar dingin bukanlah jenis pasir yang bagus, sehingga sangat jarang dimanfaatkan oleh manusia. Itulah dampak lahar dingin. 

Dengan penjelasan di atas, apakah kalian sudah paham apa itu lahar dingin?  

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Keluarga Terjebak Erupsi Semeru: Kami Hampir Pasrah

Satu Keluarga Terjebak Erupsi Semeru: Kami Hampir Pasrah

Video | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:30 WIB

Viral Penemuan Seekor Kucing di Lautan Lumpur Erupsi Semeru, Tuai Simpati Publik

Viral Penemuan Seekor Kucing di Lautan Lumpur Erupsi Semeru, Tuai Simpati Publik

Hits | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:30 WIB

Evakuasi Korban Semeru: Mungkin Ini Sudah Takdir Anak Saya

Evakuasi Korban Semeru: Mungkin Ini Sudah Takdir Anak Saya

Video | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:35 WIB

Terkini

Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya

Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat

Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Bali | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?

Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali

Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:12 WIB

HS Slim Double jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

HS Slim Double jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:11 WIB

×