Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring
Pemkot Pontianak memperpanjang masa sekolah daring hingga sepekan ke depan akibat kabut asap karhutla. (Antara)
baca 10 detik
  • Pemkot Pontianak memperpanjang masa sekolah daring hingga sepekan ke depan akibat kabut asap karhutla.

  • Kebijakan ini diambil untuk mencegah lonjakan kasus ISPA yang telah mencapai 300 penderita harian.

  • Status darurat asap telah ditetapkan sambil imbauan penggunaan masker terus digalakkan kepada warga.

Suara.com - Pemerintah Kota Pontianak menetapkan perpanjangan masa belajar daring hingga satu pekan mendatang untuk melindungi keselamatan para siswa. Keputusan mendesak ini diambil setelah ancaman racun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin membahayakan kesehatan masyarakat.

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Minggu.

Langkah preventif ini langsung menyasar seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP di kawasan ibu kota Kalimantan Barat. Penutupan gedung sekolah menjadi pilihan rasional untuk membendung laju penderita infeksi saluran pernapasan akut yang memicu krisis kesehatan anak.

Kabut asap menutupi Sungai Kapuas, di Pontianak akibat kebakaran hutan di Kalimantan Barat pada Agustus 2026. [Antara]
Kabut asap menutupi Sungai Kapuas, di Pontianak akibat kebakaran hutan di Kalimantan Barat pada Agustus 2026. [Antara]

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," ujar Edi.

Berdasarkan instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar per 29 Agustus 2026, siswa SMA sederajat juga harus mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh. Ketetapan ini menandai bahwa proses belajar-mengajar dari rumah di wilayah Pontianak telah melampaui kurun waktu tiga pekan selama bulan Agustus.

Mengapa Pemkot Pontianak Memilih Perpanjang Sekolah Daring?

Meskipun aktivitas sekolah tatap muka dihentikan total, jajaran aparatur sipil negara di lingkungan pemkot tetap diwajibkan memberikan pelayanan publik. Pengaturan kerja khusus hanya diberlakukan bagi pegawai yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit akibat kondisi udara yang buruk.

"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," ujarnya.

Pemerintah daerah resmi menaikkan respons penanganan menjadi status darurat asap guna mempercepat mobilisasi pemadaman karhutla di lapangan. Selain itu, warga diminta mengurangi interaksi fisik di tempat terbuka serta selalu menggunakan alat pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar rumah.

baca juga

"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tuturnya.

Di sisi lain, penerapan sistem pembelajaran jarak jauh yang berlangsung terlalu lama memicu keluhan dari para tenaga pengajar. Keterbatasan ruang interaksi digital dinilai menurunkan kualitas penyerapan materi pelajaran bagi anak didik.

"Aktivitas belajar jadi sangat terbatas, dan kurang efektif. Kita berharap Kota Pontianak dan sekitarnya segera hujan secara merata, dan pemerintah daerah juga dapat lebih memperkuat penanganan karhutla agar aktivitas dapat berjalan kembali normal," kata dia.

Dukungan penuh justru datang dari kalangan orang tua murid yang khawatir atas dampak buruk pencemaran udara terhadap paru-paru anak-anak mereka. Pengetatan aktivitas di dalam rumah dianggap sebagai pilihan paling aman selama kabut selimut racun belum terurai.

"Tentu khawatir kabut asap ini yang masih pekat. Anak memang di rumah saja selama ada kabut asap," kata dia.

Bencana kabut asap di Kalimantan Barat merupakan dampak berulang dari kebakaran hutan dan lahan yang saban tahun melanda wilayah lahan gambut. Fenomena ini rutin memicu krisis lingkungan, melumpuhkan sektor pendidikan, serta mengancam kesehatan pernapasan puluhan ribu warga Kota Pontianak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa

Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×