alexametrics

Realme Belum Tertarik Produksi Ponsel Layar Lipat

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Realme Belum Tertarik Produksi Ponsel Layar Lipat
Realme GT Neo 2 diluncurkan di Indonesia, Rabu (3/11/2021). [Suara.com/Dicky Prastya]

Realme menilai ponsel layar lipat belum diperlukan pasar saat ini.

Suara.com - Realme mengaku kalau ponsel layar lipat atau foldable merupakan salah satu bentuk inovasi smartphone saat ini. Namun Realme tidak akan merilisnya dalam waktu dekat.

Madhav Sheth selaku President International Business Unit Realme mengaku, pihaknya memang ingin terus melakukan inovasi dalam produk, awet dipakai, praktis digunakan, hingga kemampuan yang mumpuni.

"Namun saat kami tanya ke komunitas, ternyata mereka menginginkan HP yang practical. Nah foldable ini tidak sepraktis ponsel biasa," tutur Madhav dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/12/2021).

Madhav melanjutkan, pihaknya juga melihat bahwa generasi muda saat ini membutuhkan smartphone yang bisa mereka andalkan. Untuk itulah, Realme mau memastikan produknya agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Realme Berambisi Jadi Merek Nomor Satu di Indonesia Dalam Dua Tahun, Caranya?

"Nah kalau foldable, kami mau melihat dulu sih. Kami enggak mau kasih setengah-setengah, atau downgrade dari yang awalnya powerful. Tapi bukan berarti foldable itu kurang," ujarnya.

"Jadi kami mau memastikan dulu apakah foldable phone memang sudah matang dan lebih baik, itu bisa saja terjadi. Tapi untuk saat ini, kami mau sesuaikan dengan kebutuhan pengguna," jelas Madhav.

Adapun rencana yang mau dijalankan Realme ke depan adalah membangun ekosistem lewat strategi 1+5+T. Angka 1 berarti smartphone sebagai perangkat sentral, 5 berarti laptop, TV, jam tangan pintar, headphone nirkabel, dan speaker pintar.

Sementara T adalah singkatan dari TechLife yang menawarkan berbagai perangkat AIoT cerdas untuk kalangan anak muda, target pasar yang diincar Realme.

"Ke depannya, realme akan tetap berpegang pada misinya yakni menjadikan produk AIoT realme sebagai pilihan nomor 1 AIoT di Indonesia," jelas Madhav.

Baca Juga: Realme Janji Optimalkan Ponsel 5G Mulai Tahun Depan

Komentar