facebook

Jalani Operasi Cangkok Jantung Babi, Pasien di AS Berangsur Pulih

Liberty Jemadu
Jalani Operasi Cangkok Jantung Babi, Pasien di AS Berangsur Pulih
Dr Muhammad Mohiuddin memimpin operasi cangkok jantung babi pada seorang pasien di Amerika Serikat pada 7 Januari 2022 lalu. [AFP/University of Maryland School of Medicine]

Operasi cangkok jantung babi ke manusia ini dipimpin salah satunya oleh Dr Muhammad Mohiuddin, salah satu pakar transplantasi organ binatang ke manusia terkemuka di AS.

Suara.com - Seorang pasien dengan penyakit jantung parah di Amerika Serikat berangsur pulih setelah menjalani operasi transplantasi, yang mana para dokter mengganti jantungnya dengan jantung babi yang telah dimodifikasi secara genetika, demikian diwartakan Reuters, Selasa (11/1/2022).

Operasi yang digelar para dokter dari University of Maryland School of Medicine, AS itu disebut sebagai operasi pertama yang membuktikan potensi cangkok jantung babi ke manusia dengan memanfaatkan teknik rekayasan genetika mutakhir.

Prosedur canggih itu sendiri digelar antara lain oleh Dr Bartley Griffith dan Dr Muhammad Mohiuddin, kepala program xenotransplantasi - transplantasi organ binatang ke manusia - di universitas tersebut pada 7 Januari 2022 lalu.

Jika kelak terbukti sukses, para ilmuwan berharap organ tubuh babi bisa membantu mengatasi kekurangan organ pada pasien yang membutuhkan donor organ.

Baca Juga: Terobosan! Ahli Bedah New York Berhasil Transplantasi Ginjal Babi ke Tubuh Manusia

"Ini merupakan terobosan, yang mengantar kita lebih lebih dekat pada solusi krisis organ. Saat ini kita kekurangan donor jantung manusia sementara pasien yang mengantre sangat panjang," kata Bartley Griffith, dokter yang mentransplantasi jantung babi ke pasien tersebut.

Griffith menambahkan bahwa pihaknya optimistis, operasi cangkok jantung babi pertama di dunia itu akan membuka pilihan bagi pasien yang membutuhkan donor jantung di masa depan.

Pasien yang menerima jantung babi itu, David Bennett yang berusia 57 tahun, mengatakan bahwa prosedur tersebut merupakan pilihan terakhirnya.

"Pilihan saya adalah mati atau melakukan transplantasi ini. Saya ingin hidup. Saya sadar pilihan ini tidak memberi kepastian, tetapi ini adalah satu-satunya pilihan," ujar Bennett.

Operasi itu sendiri digelar setelah lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin darurat.

Baca Juga: Ilmuwan Sukses Cangkok Ginjal Babi pada Tubuh Manusia

"FDA menggunakan data-data kami dan data-data dari babi yang telah direkayasa secara genetika untuk memberikan izin transplantasi pada pasien jantung yang sudah tak punya pilihan pengobatan lain," kata Mohiuddin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar