facebook

Pejalari Meteorit Mars, Ilmuwan Cari Tanda-tanda Kehidupan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Pejalari Meteorit Mars, Ilmuwan Cari Tanda-tanda Kehidupan
Planet Mars. [NASA]

Penelitian baru mengungkap bahwa air cair pernah membentuk batu di dalam meteorit dari Mars.

Suara.com - Penelitian baru mengungkap bahwa air cair pernah membentuk batu di dalam meteorit dari Mars, tetapi kemungkinan tidak mendukung kehidupan mikroba apa pun.

Batu tersebut adalah bagian dari kelas meteorit yang dikenal sebagai nakhlite, sebuah batuan vulkanik yang dihantam asteroid di Mars sekitar 11 juta tahun lalu.

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa nakhlite mungkin dapat menjelaskan sistem hidrotermal kuno Mars, khususnya mata air panas.

Mata air panas adalah target yang menarik karena para ilmuwan berpikir lingkungan itu mungkin tempat lahirnya kehidupan awal di Bumi.

Baca Juga: Ilmuwan: Suhu Panas Indonesia Tidak Akan Separah India

Sehingga tim ahli bertanya-tanya apakah hal yang sama berlaku di Mars.

Dalam studi baru, para peneliti memeriksa Miller Range 03346 nakhlite, sebuah batu seberat 715 gram yang ditemukan di pegunungan Miller Range di Antartika pada 2003.

Miller Range 03346 nakhlite. [NASA]
Miller Range 03346 nakhlite. [NASA]

"Dari penelitian sebelumnya, kita tahu bahwa mineral dalam meteorit spesifik ini bereaksi dengan air sekitar 630 juta tahun yang lalu," kata Josefin Martell, ilmuwan planet di Universitas Lund, dikutip dari Space.com, Senin (16/5/2022).

Namun, Martell dan tim ilmuwan lainnya ingin memeriksa lebih detail tentang sejarah batu itu.

Para peneliti menggunakan pemindaian neutron dan sinar-X non-destruktif untuk memperkirakan berapa banyak air cair yang mengubah mineral batuan serta menyelidiki apakah lokasi sebelumnya di Mars menampung sistem hidrotermal yang berpotensi mampu mendukung kehidupan.

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Alasan Suhu Panas di Indonesia, Akhir-akhir Ini

Para ilmuwan menemukan bahwa mineral di dalam meteorit yang telah diubah oleh air cair terkonsentrasi di dalam tambalan yang terisolasi.

Komentar