Bekerja dari Rumah Picu Tren Serangan Siber BEC

Dythia Novianty

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:37 WIB
Bekerja dari Rumah Picu Tren Serangan Siber BEC
Ilustrasi email. [Shutterstock]

Suara.com - Tren bekerja dari rumah meningkatkan percobaan phishing detail perusahaan.

Salah satu tren yang meningkat adalah business e-mail compromise (BEC) atau serangan terhadap
email perusahaan.

Serangan BEC adalah sejenis penipuan dimana pelaku berpura-pura menjadi perwakilan dari bisnis atau perusahaan terpercaya.

Menurut Verizon, BEC adalah serangan rekayasa sosial paling umum kedua yang terjadi pada 2021.

FBI juga melaporkan bahwa dari 2014 hingga 2019 serangan BEC menyebabkan kerugian lebih dari 2
miliar dolar AS bagi perusahaan-perusahaan di Amerika.

Para pakar Kaspersky juga terus mengamati serangan BEC. Pada kuartal keempat 2021, produk Kaspersky mencegah lebih dari 8 ribu serangan BEC dengan jumlah serangan terbanyak terjadi pada Oktober yaitu sebanyak 5.037 serangan.

Ilustrasi Phising. [Freepik]
Ilustrasi Phising. [Freepik]

Sepanjang 2021, peneliti Kaspersky menganalisa bagaimana penipu membuat dan menyebarkan email palsu.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa serangan BEC dilakukan dalam dua kategori, yakni skala besar dan sangat tertarget.

Serangan skala besar disebut “BEC-as-a-Service” dimana serangan dilakukan dengan menyederhanakan mekanisme serangan agar bisa menyasar sebanyak mungkin korban.

baca juga

Pelaku mengirim pesan sederhana secara massal dari akun email gratisan dan berharap menjaring sebanyak mungkin korban.

Pesan seperti ini biasanya kurang canggih namun cukup efisien.

“Saat ini, kami melihat bahwa serangan BEC menjadi salah satu teknik rekayasa sosial yang paling
banyak," ujar Roman Dedenok, pakar keamanan Kaspersky.

Alasannya sederhana, yakni pelaku menggunakan cara ini karena manjur.

Menurutnya, ketika korban email palsu skala besar semakin berkurang, para pelaku mulai menjaring data calon korban yang spesifik dan menggunakan data ini untuk membangun kepercayaan.

Dia menambahkan, serangan ini bisa dilakukan karena pelaku bisa dengan mudah mendapatkan nama dan jabatan karyawan perusahaan serta daftar kontak mereka secara terbuka.

Ilustrasi email phising. [Freepik]
Ilustrasi email phising. [Freepik]

"Oleh karena itu, kami menghimbau pengguna untuk berhati-hati saat di kantor,” tutup Roman Dedenok dalam keterangan resminya, Selasa (28/6/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pejabat Ukraina Jadi Sasaran Hacker selama Invasi Rusia

Pejabat Ukraina Jadi Sasaran Hacker selama Invasi Rusia

Tekno | Rabu, 08 Juni 2022 | 15:20 WIB

Serangan Siber Bakal Terus Ada Meski Pandemi Covid-19 dan WFH Berakhir

Serangan Siber Bakal Terus Ada Meski Pandemi Covid-19 dan WFH Berakhir

Tekno | Senin, 06 Juni 2022 | 19:30 WIB

Microsoft Office Punya Celah Keamanan, Bisa Dibobol Hacker

Microsoft Office Punya Celah Keamanan, Bisa Dibobol Hacker

Tekno | Senin, 06 Juni 2022 | 16:15 WIB

Periode Januari - April 2022, 2 Juta Email Phising Berisi Lampiran Berhasil Diblokir

Periode Januari - April 2022, 2 Juta Email Phising Berisi Lampiran Berhasil Diblokir

Tekno | Rabu, 25 Mei 2022 | 07:31 WIB

Penjahat Siber Samarkan Email Phising dalam Berkas HTML

Penjahat Siber Samarkan Email Phising dalam Berkas HTML

Tekno | Selasa, 24 Mei 2022 | 00:20 WIB

Lindungi dari Serangan Phising Google Chat Tambah Peringatan

Lindungi dari Serangan Phising Google Chat Tambah Peringatan

Tekno | Minggu, 22 Mei 2022 | 07:43 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×