facebook

Indonesia Tawarkan Kerja Sama Resiprokal di ITU

Liberty Jemadu
Indonesia Tawarkan Kerja Sama Resiprokal di ITU
Menkominfo, Johnny G Plate. (Kominfo)

Indonesia sendiri kini tengah mencalonkan diri sebagai anggota dewan ITU.

Suara.com - Indonesia menawarkan kerja sama yang bersifat resiprokal kepada perwakilan negara mitra anggota International Telecommunication Union, diwujudkan dengan saling memberikan dukungan terutama dalam kegiatan internasional.

Indonesia sendiri kini tengah mencalonkan diri sebagai anggota dewan ITU.

"Kita perlu menggalang kerja sama dengan anggota ITU agar Indonesia, sekali lagi dipercaya untuk mewakili Region E - Asia dan Australasia di ITU Council," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melalui pernyataannya, Kamis (30/6/2022).

Indonesia secara aktif berpartisipasi dan berkontribusi maksimal dalam setiap forum internasional termasuk yang diadakan ITU untuk mencapai tujuan menghubungkan yang tidak terhubung.

Baca Juga: Calonkan Diri jadi Anggota Dewan ITU, Indonesia Usung Tiga Agenda

Secara aktif Indonesia juga menyoroti proses kerja ITU yang transparan, akuntabel dalam pembiayaan, dan proses rekrutmen seleksi auditor eksternal. Indonesia secara aktif menyuarakan dan mengundang semua negara anggota untuk mempertimbangkan representasi geografis yang adil.

"Serta menekankan pentingnya memberikan pijakan yang sama bagi semua negara anggota untuk berkontribusi. Sebagaimana diketahui, ITU berperan sebagai United Nations Specialized Agency for Information and Communication Technologies (ICT)," kata Plate seperti dilansir dari Antara.

Pemerintah mencalonkan Dr. Meiditomo Sutyarjoko sebagai anggota Radio Regulatory Board (RRB). Sepak terjang Indonesia di ITU sudah berlangsung lama, tercatat Indonesia sudah menjabat sebagai anggota Dewan ITU sejak 1988.

Selama menjadi anggota ITU, Indonesia pernah mengusulkan lima kursi tambahan untuk Dewan Region A, D dan E. Usulan itu diadopsi pada Plenipotentiary Conference 2010.

Indonesia juga ikut menggagas proposal untuk restrukturisasi ITU agar organisasi tersebut bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Usulan tersebut mendapat suara bulat dan diadopsi Plenipotentiary Conference 1992 di Jenewa, Swiss.

Baca Juga: Terancam Diblokir Kominfo, Mobile Legends dan PUBG Mobile Segera Daftar PSE

Menteri Plate memastikan Indonesia terus berkontribusi untuk ITU, antara lain dengan mendorong pemberdayaan perempuan di ITU. Perempuan perlu diberikan kesempatan lebih banyak akses, lebih banyak ruang, dan lebih banyak kesempatan untuk tumbuh dan terlibat dalam pekerjaan ITU. [Antara]

Komentar