-
Harga plastik nasional melonjak hingga 100 persen akibat kelangkaan pasokan Nafta.
-
Konflik Iran-Israel di Timur Tengah hambat distribusi bahan baku utama petrokimia.
-
Pemerintah Indonesia mencari alternatif sumber Nafta dari Afrika, India, dan Amerika.
Suara.com - Banyak masyarakat terutama konsumen hingga pedagang yang mengeluhkan tentang kenaikan harga plastik. Apa itu Nafta atau Naptha banyak dicari oleh netizen.
Sebagai informasi, sejumlah negara (termasuk Indonesia) mengalami keterbatasan pasokan Nafta sehingga mengerek harga plastik.
Harga kantong plastik jenis AA, PP, PF, dan HD meroket dari Rp28-30 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu di beberapa pedagang.
Kantong plastik PE juga naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kemasan. Banyak pedagang mengeluhkan harga plastik yang melonjak 50-100 persen.
Pada awal April 2026, Menteri Pedagangan RI Budi Santoso mengakui bahwa bahan baku plastik dari Timur Tengah memang mengalami hambatan.
"Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan, misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika," kata Budi di Kantor Staf Kepresidenan, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Mengingat 60 persen kebutuhan nasional bergantung pada Timur Tengah, pemerintah sedang berusaha mencari alternatif lain.
Meskipun langkah pengalihan ini telah dilakukan, Budi mengakui bahwa proses perpindahan sumber pasokan tersebut membutuhkan waktu karena terjadi secara mendadak di tengah situasi perang.
Blokade Selat Hormuz serta peningkatan eskalasi perang antara Iran dan Israel membuat pasokan Nafta ke Asia Tenggara terganggu.
Apa itu Nafta?
Sebagai informasi, Nafta (Naphtha) adalah cairan hidrokarbon yang didapat dari proses penyulingan minyak mentah. Jika bensin digunakan untuk menggerakkan mesin mobil, maka Nafta adalah "bahan bakar" utama bagi industri petrokimia.
Tanpa Nafta, hampir seluruh rantai produksi barang modern (mulai dari bodi ponsel hingga kemasan makanan) bakal terganggu.
Perlu beberapa proses tertentu terkait pengolahan plastik. Minyak mentah dipanaskan di kilang. Nafta adalah salah satu komponen yang keluar pada suhu tertentu.
Selanjutnya adalah proses Steam Cracking. Ini adalah tahap paling krusial.
Nafta dipanaskan dengan uap air pada suhu sangat tinggi (di atas 800 derajat Celsius). Proses ini "memecah" molekul hidrokarbon besar menjadi molekul yang lebih kecil.