Lubang Ozon Baru Terdeteksi di Daerah Tropis, Dampaknya Mengkhawatirkan

Jum'at, 08 Juli 2022 | 05:49 WIB
Lubang Ozon Baru Terdeteksi di Daerah Tropis, Dampaknya Mengkhawatirkan
Lapisan Ozon di Bumi. [Pete Linforth/Pixabay]

Suara.com - Sebuah lubang ozon baru telah terdeteksi di daerah tropis dan terbuka sepanjang tahun. Menurut para ahli, temuan ini mewakili keprihatinan global.

Model iklim menunjukkan bahwa lubang itu diperkirakan telah terbuka sejak 1980-an.

Lubang ozon tropis ditemukan menggunakan kombinasi data pengamatan bersama model reaksi elektron yang digerakkan oleh sinar kosmik.

Lubang ozon didefinisikan sebagai area di mana kehilangan O3 setidaknya 25 persen lebih besar daripada yang terlihat di atmosfer sekitarnya.

Kondisi ini merupakan ancaman bagi kesehatan manusia karena meningkatkan tingkat radiasi ultraviolet di permukaan Bumi, paparan yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit di antara kondisi kesehatan lainnya.

Lubang ozon terbaru yang dilaporkan di jurnal AIP Advances ini disebut memiliki ukuran tujuh kali dari lubang ozon Antartika.

Perubahan lubang lapisan ozon. [NASA]
Perubahan lubang lapisan ozon. [NASA]

Lubang itu terletak di atas daerah tropis dan meningkatkan risiko penyakit.

"Daerah tropis merupakan setengah dari luas permukaan Bumi dan merupakan rumah bagi sekitar setengah populasi dunia," kata Qing-Bin Lu, penulis studi dan ilmuwan di University of Waterloo, dikutip dari IFL Science, Jumat (8/7/2022).

Menurutnya, keberadaan lubang ozon tropis dapat menyebabkan keprihatinan global yang besar.

Baca Juga: Gawat! Lubang Ozon Kutub Selatan Berukuran Lebih Besar dari Antartika

Sejak pertengahan 1970-an, para ilmuwan telah menyadari peran bahan kimia industri buatan manusia dalam menipiskan lapisan ozon.

Oleh karena itu, bahan kimia seperti chlorofluorocarbons (CFC) dilarang digunakan.
Sayangnya, efeknya pada lapisan ozon tampaknya telah bertahan lama.

Tidak hanya ukurannya yang besar, lubang ozon di atas daerah tropis ini juga memiliki perbedaan daya tahan musiman jika dibandingkan dengan lubang ozon Antartika.

Lubang ozon Antartika memiliki siklus musiman, kehilangan 03 paling banyak pada September dan Oktober, tetapi dapat normal kembali sebelum siklus dimulai lagi.

Sebaliknya, lubang ozon tropis bertahan sepanjang musim. Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di daerah tersebut menghadapi risiko paparan radiasi UV yang lebih besar sepanjang tahun.

Penipisan lapisan ozon dapat menyebabkan peningkatan radiasi UV di permukaan Bumi, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI