Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:00 WIB
Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih
Ilustrasi lapisan ozon. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature mencatat bahwa lapisan ozon terus menutup, dan dapat pulih sepenuhnya. Bukan tanpa sebab, hal ini berkat tindakan global dari Protokol Montreal 1987.

Di masa lalu, penggunaan bahan kimia yang menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang dikenal sebagai chlorofluorocarbon (CFC), dapat memicu perubahan sirkulasi atmosfer. Namun sejak 2000, para ahli menemukan bahwa perubahan itu mulai berhenti dan berbalik karena Protokol Montreal yang bertujuan untuk melarang manusia menggunakan zat CFC, dinilai bisa merusak lapisan ozon.

"Penelitian ini menambah bukti yang semakin menunjukkan efektivitas Protokol Montreal. Perjanjian ini tidak hanya mendorong penyembuhan lapisan ozon, tetapi juga mendorong perubahan terbaru dalam pola sirkulasi udara Belahan Selatan," ucap Antara Banerjee, CIRES Visiting Fellow di University of Colorado Boulder sekaligus penulis utama penelitian tersebut.

Dilansir laman New York Post, lapisan ozon sekitar 7 hingga 25 mil di atas permukaan Bumi ini berfungsi sebagai "tabir surya" bagi Bumi. Lapisan ozon mencegah radiasi ultraviolet berbahaya dari Matahari yang bisa memicu kanker kulit, katarak, hingga kerusakan pada tanaman.

Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration pada Oktober 2019 yang berkaitan dengan perubahan cuaca. Dalam penelitian tersebut, NASA mengatakan pola cuaca yang tidak biasa di atmosfer atas Antartika menyebabkan pengurangan drastis penipisan ozon. Itu merupakan lubang ozon terkecil yang terlihat sejak 1982.

Untuk membuktikan bahwa pemulihan ozon mendorong perubahan sirkulasi atmosfer, Banerjee dan ilmuwan lain menggunakan teknik dua langkah yang dikenal sebagai deteksi dan atribusi.

Para ahli menentukan pola dalam perubahan angin yang berbeda karena perubahan alami dan apa yang dapat dikaitkan dengan faktor yang berhubungan dengan manusia, seperti perubahan karbon dioksida.

Meskipun simulasi komputer menunjukkan emisi karbon dioksida terus berkembang, namun hanya perubahan pada lapisan ozon yang bisa menjelaskan "jeda" seperti yang diidentifikasi para ahli.

Ilustrasi Bumi. Shutterstock
Ilustrasi Bumi. Shutterstock

"Kami menyebutnya 'jeda' karena tren sirkulasi poleward dapat dilanjutkan, tetap datar, atau terbalik. Ini tarik ulur antara efek berlawanan dari pemulihan ozon dan peningkatan gas rumah kaca yang akan menentukan tren masa depan," jelas Banerjee.

baca juga

Protokol Montreal 1987 sendiri ditetapkan setelah para ilmuwan menemukan lubang ozon di Antartika dan Australia pada 1985. Protokol ini diberlakukan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyebut Protokol Montreal 1987 mungkin sebagai satu-satunya perjanjian internasional yang paling berhasil hingga saat ini dan telah secara luas dianggap berhasil, dengan ozon yang terus pulih setiap tahun. Sebanyak 197 negara, termasuk Indonesia telah menerapkan Protokol Montreal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Penelitian Terbaru! Virus Corona Bermutasi Jadi 40 Jenis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 10:39 WIB

Penularan Virus Corona Bisa dari Air Mata ?

Penularan Virus Corona Bisa dari Air Mata ?

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 07:33 WIB

Ilmuwan Dunia Berlomba Mencari Vaksin untuk Lawan Virus Corona Covid-19

Ilmuwan Dunia Berlomba Mencari Vaksin untuk Lawan Virus Corona Covid-19

Video | Sabtu, 28 Maret 2020 | 14:00 WIB

Metode Baru Pengobatan Virus Corona Lewat Sampel Darah ?

Metode Baru Pengobatan Virus Corona Lewat Sampel Darah ?

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2020 | 07:30 WIB

Nasa Pamer Potret Bumi Usai Diserang Virus Corona

Nasa Pamer Potret Bumi Usai Diserang Virus Corona

Tekno | Kamis, 19 Maret 2020 | 07:31 WIB

Ilmuwan Rekomendasikan 4 Senjata Ini untuk Perangi Perubahan Iklim

Ilmuwan Rekomendasikan 4 Senjata Ini untuk Perangi Perubahan Iklim

Tekno | Selasa, 17 Maret 2020 | 15:57 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×