NASA Kritik China atas Jatuhnya Roket di Samudra Hindia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 01 Agustus 2022 | 09:46 WIB
NASA Kritik China atas Jatuhnya Roket di Samudra Hindia
Roket Long March 5B. (AFP)

Suara.com - Tahap inti dari roket Long March milik China dilaporkan jatuh tak terkendali di atas Samudra Hindia pada Sabtu (30/7/2022).

Insiden itu menuai kritik dari NASA atas penanganan China terhadap situasi tersebut.

Pendorong Long March seberat 21 ton sebelumnya diluncurkan ke orbit Bumi pada 24 Juli 2022 untuk mengirim modul baru ke stasiun luar angkasa milik China.

Tetapi tidak seperti pendorong roket yang dapat digunakan kembali seperti Falcon 9 milik SpaceX, roket Long March dibiarkan jatuh di luar kendali sampai orbitnya secara alami terdegradasi dan jatuh kembali ke Bumi.

Menurut Komando Luar Angkasa Amerika Serikat, peristiwa jatuhnya roket tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 EDT di atas Samudra Hindia, dekat Malaysia.

Pada Sabtu, sejumlah akun Twitter berbagi video tentang objek yang jatuh di Malaysia, namun belum dikonfirmasi apakah rekaman tersebut benar-benar menunjukkan sisa-sisa roket Long March.

Mengingat pendorong roket berukuran cukup besar, objek seperti itu biasanya tidak terbakar seluruhnya saat jatuh kembali ke Bumi.

Diperkirakan sebanyak 40 persen dari massa objek akan mencapai permukaan Bumi, terutama komponen tahan panas seperti tangki dan bagian-bagian mesin.

Puing-puing seperti ini dapat mengancam kehidupan dan infrastruktur di permukaan Bumi.

baca juga

Tak lama setelah peristiwa jatuh tersebut, Bill Nelson selaku administrator NASA merilis pernyataan yang memperingatkan China karena tidak memberi informasi yang lebih baik tentang proyeksi jalur masuk kembali roket tersebut.

"Semua negara yang menjelajah di antariksa harus mengikuti praktik terbaik yang telah ada dan membagikan informasi sebelumnya untuk memungkinkan prediksi yang andal tentang potensi risiko dampak puing, terutama untuk kendaraan angkat berat seperti Long March 5B," kata Nelson, dikutip dari Independent, Senin (1/8/2022).

Peristiwa tersebut menandai ketiga kalinya China membiarkan roket jatuh kembali ke atmosfer Bumi tanpa terkendali.

Cuitan jatuhnya roket China. [Twitter]
Cuitan jatuhnya roket China. [Twitter]

Sebelumnya pada Mei 2021, roket lain yang membawa bagian dari stasiun luar angkasa China, dibiarkan mengelilingi Bumi setiap 90 menit sekali, sebelum pecah di atas Samudra Hindia sekitar seminggu kemudian.

Kemudian pada 2020, roket Long March lainnya jatuh ke Samudra Atlantik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roket Komersial China CERES-1, Sukses Lepas Landas

Roket Komersial China CERES-1, Sukses Lepas Landas

Tekno | Senin, 09 November 2020 | 06:15 WIB

Nyaris, Rongsokan Satelit Soviet dan Roket China Tabrakan di Orbit Bumi

Nyaris, Rongsokan Satelit Soviet dan Roket China Tabrakan di Orbit Bumi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:20 WIB

China Kembangkan Roket Baru Demi Pendaratan Astronot di Bulan

China Kembangkan Roket Baru Demi Pendaratan Astronot di Bulan

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2020 | 09:30 WIB

Berkat Pelabuhan Antariksa Terapung, China Berhasil Salip SpaceX

Berkat Pelabuhan Antariksa Terapung, China Berhasil Salip SpaceX

Tekno | Selasa, 15 September 2020 | 14:45 WIB

Luncurkan Satelit, Pendorong Roket China Hampir Jatuh di Sekolah

Luncurkan Satelit, Pendorong Roket China Hampir Jatuh di Sekolah

Tekno | Rabu, 09 September 2020 | 09:30 WIB

China Uji Instrumen dalam Misi ke Mars

China Uji Instrumen dalam Misi ke Mars

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 13:45 WIB

Terkini

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini ke Level 6.364

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:16 WIB

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

4 Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:15 WIB

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Praktis! 5 Tone Up Body Spray Ini Bikin Kulit Cerah dan Glowing Seketika

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 09:10 WIB

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:01 WIB

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

×