Waspada! Angin Matahari Akan Menghantam Bumi Hari Ini, Picu Badai Geomagnetik

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 03 Agustus 2022 | 10:17 WIB
Waspada! Angin Matahari Akan Menghantam Bumi Hari Ini, Picu Badai Geomagnetik
Ilustrasi badai Matahari. [Shutterstock]

Suara.com - Angin Matahari berkecepatan tinggi dari lubang yang tercipta di atmosfer Matahari, akan menghantam medan magnet Bumi pada hari ini, Rabu (3/8/2022) dan memicu badai geomagnetik G-1 kecil.

Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (SWPC), membuat prediksi tersebut setelah mengamati adanya bahan gas mengalir dari lubang selatan di atmosfer Matahari.

Lubang koronal adalah area di atmosfer atas Matahari di mana gas listrik Matahari atau plasma lebih dingin dan kurang padat.

Lubang-lubang seperti itu juga merupakan tempat garis-garis medan magnet Matahari yang memancarkan sinar ke luar angkasa.

Hal tersebut memungkinkan material Matahari untuk keluar dalam arus deras yang bergerak dengan kecepatan hingga 2,9 juta kilometer per jam.

Di planet yang memiliki medan magnet yang kuat seperti Bumi, paparan material Matahari tersebut diserap dan memicu badai geomagnetik.

Lubang koronal. [NASA]
Lubang koronal. [NASA]

Dilansir dari Live Science, Rabu (3/8/2022), selama badai ini berlangsung, medan magnet Bumi dikompresi sedikit oleh gelombang partikel yang sangat energik.

Partikel-partikel tersebut menetes ke bawah garis medan magnet di dekat kutub dan mengaduk molekul di atmosfer, melepaskan energi dalam bentuk cahaya untuk menciptakan aurora.

Badai geomagnetik G1 yang diprediksi akan menghantam Bumi terbilang cukup lemah.

baca juga

Meskipun badai ini berpotensi menyebabkan fluktuasi kecil pada jaringan listrik dan mempengaruhi beberapa fungsi satelit, termasuk untuk perangkat seluler dan sistem GPS.

Sementara itu, badai geomagnetik yang lebih ekstrem dapat mengganggu medan magnet Bumi dengan cukup kuat hingga mengubah posisi satelit.

Para ilmuwan bahkan telah memperingatkan bahwa badai geomagnetik ekstrem dapat melumpuhkan internet.

Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa, material-material yang meletus dari Matahari atau lontaran massa korona (CME) biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 18 jam untuk mencapai Bumi.

Badai Matahari terbesar yang pernah disaksikan adalah Peristiwa Carrington 1859, yang melepaskan energi setara dengan 10 miliar bom atom satu megaton.

Setelah menghantam Bumi, aliran kuat partikel Matahari mengenai sistem telegraf di seluruh dunia dan menyebabkan aurora lebih terang dari cahaya Bulan Purnama.

Ilustrasi Bulan Purnama. [Kanenori/Pixabay]
Ilustrasi Bulan Purnama. [Kanenori/Pixabay]

Jika peristiwa serupa terjadi hari ini, para ilmuwan memperingatkan bahwa hal itu akan menyebabkan kerusakan senilai triliun dollar AS dan memicu pemadaman listrik yang meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan! Ancaman Badai Matahari 400 Tahun Lalu Bisa Terjadi Lagi

Peringatan! Ancaman Badai Matahari 400 Tahun Lalu Bisa Terjadi Lagi

Tekno | Rabu, 07 April 2021 | 07:30 WIB

Badai Matahari Bikin Paus Abu-abu Nyasar, Ini Alasannya

Badai Matahari Bikin Paus Abu-abu Nyasar, Ini Alasannya

Tekno | Selasa, 14 Januari 2020 | 09:15 WIB

Merinding! Ini Suara Jeritan Bumi Saat Disapu Badai Matahari

Merinding! Ini Suara Jeritan Bumi Saat Disapu Badai Matahari

Tekno | Jum'at, 29 November 2019 | 13:47 WIB

Berkat Badai Matahari, Penampakan Aurora Borealis Terlihat Lebih Jelas

Berkat Badai Matahari, Penampakan Aurora Borealis Terlihat Lebih Jelas

Tekno | Senin, 20 Mei 2019 | 13:25 WIB

Lapan: Tak Ada Badai Matahari, Cuma Badai Geomagnetik

Lapan: Tak Ada Badai Matahari, Cuma Badai Geomagnetik

Tekno | Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:15 WIB

Badai Matahari Ekstrem Hantam Bumi Hari Ini

Badai Matahari Ekstrem Hantam Bumi Hari Ini

Tekno | Jum'at, 12 September 2014 | 22:30 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×