BRIN Gandeng Huawei Berkolaburasi Riset dan Inovasi AI

Senin, 31 Oktober 2022 | 11:56 WIB
BRIN Gandeng Huawei Berkolaburasi Riset dan Inovasi AI
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). [Shutterstock]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Huawei Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan riset dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial, komputasi awan (cloud), teknologi 5G, dan ekosistem digital Indonesia.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menegaskan kalau BRIN berupaya mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi.

Hal itu dilakukan guna mewujudkan ekonomi berbasis digital, berwawasan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA).

“MoU yang diinisiasi oleh BRIN bersama Huawei Indonesia diselenggarakan di ajang InaRI Expo 2022 yang dimaksudkan menjadi etalase kemajuan riset dan inovasi teknologi di Indonesia," kata Laksana dalam keterangan resmi, Senin (31/10/2022).

Dia berharap, sinergi ini dapat menjadi katalis yang mampu mempromosikan sekaligus menginisiasi kerja sama BRIN dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

"Melalui InaRI Expo 2022, BRIN juga mengajak seluruh periset dan inovator dari berbagai lembaga untuk berbagi kesuksesan yang menginspirasi para periset dan inovator generasi berikutnya,” ucap dia.

Kolaburasi Huawei x BRIN. [Huawei Indonesia]
Kolaburasi Huawei x BRIN. [Huawei Indonesia]

CEO of Huawei Cloud Indonesia, Jason Zhang menegaskan, kesuksesan ekonomi digital bergantung pada tiga faktor utama, yakni infrastruktur digital kuat, talenta digital mumpuni, dan ekosistem digital matang.

“Hingga 2025, lebih dari 85 persen organisasi akan mengadopsi strategi yang mengutamakan cloud (cloud-first strategy). Karena itulah, Huawei Cloud telah meluncurkan data center lokal di Jakarta baru-baru ini dan kami akan terus menginvestasikan lebih dari 300 juta dolar AS hingga lima tahun ke depan untuk memperkokoh lini cloud kami," papar dia.

Untuk mendukung penguatan talenta digital Indonesia, Huawei ASEAN Academy pun telah melatih lebih dari 68.000 profesional dalam kurun dua tahun sebagai bagian dari komitmen mengembangkan 100.000 talenta digital dalam waktu 5 tahun.

Baca Juga: Google Akuisisi Startup Avatar AI Demi Bersaing dengan TikTok

"Semua didasari oleh keyakinan bahwa kita perlu bersinergi untuk kolaborasi yang lebih luas yang melibatkan segenap ekosistem untuk meraih sukses bersama-sama,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI