Hidup Ini Lebih dari Sekadar Posting di Instagram

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 10 November 2022 | 15:08 WIB
Hidup Ini Lebih dari Sekadar Posting di Instagram
BBC

Suara.com - Ketika Gayle Macdonald mencapai puncak Pegunungan Sierra Nevada di Spanyol di awal tahun ini, dia tidak sempat berhenti dan menikmati momen tersebut.

Alih-alih, perempuan 45 tahun ini melakukan apa yang banyak orang mungkin lakukan - dia mencari spot terbaik mengambil swafoto untuk unggahan media sosialnya. Gayle bahkan mengatakan, dia sempat berdiri terlalu ke pinggiran yang curam demi foto terbaik.

Beruntung, sang suami segera menariknya mundur. Setelah momen ini, Gayle memutuskan untuk berhenti bermain media sosial.

"Saya berpikir, 'ini harus dihentikan'," ingat Gayle, warga negara Inggris yang tinggal di dekat Kota Granada, Spanyol. "Mengambil foto biasanya adalah hal pertama yang saya pikirkan saat keluar mobil.

"Sepanjang waktu saya habiskan untuk mencari ide membuat konten, dan khawatir tentang apa yang harus saya katakan. Ini mengambil banyak ruang di kepala saya dan membuat saya lelah secara mental."

Baca juga:

Sepekan kemudian, dia membuat unggahan di Facebook dan Instagram, mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan kedua platform itu.

"Yang mengejutkan, ini menjadi unggahan saya dengan like paling banyak di Instagram. Semua orang berkomentar 'Saya berharap saya bisa melakukannya' dan 'Kamu sangat berani'."

Gayle, pekerja sosial yang khususnya membantu orang-orang menghentikan kebiasaan minum alkohol, menghitung kalau dalam seminggu dia bisa menghabiskan waktu rata-rata 11 jam di media sosial.

Dia berkata, pikiran untuk menghapus semua aplikasi ini jauh lebih mengerikan ketimbang ketika dia benar-benar melakukannya.

"Ketika perasaan nagih itu sudah lewat, saya tidak mengidam lagi untuk membuka medsos," ujar dia. "Saya merasa lebih bebas. Sekarang saya sudah enam bulan tidak punya akun medsos, dan saya mendapatkan kembali perasaan bebas dan damai yang saya rasakan ketika saya berhasil berhenti minum alkohol."

Sebagian orang menghabiskan banyak waktu untuk mengakses media sosial. Sebuah penelitian global pada Juli memperkirakan rata-rata seseorang menghabiskan dua jam dan 29 menit per hari di platform media sosial. Ini lima menit lebih banyak dari rata-rata tahun lalu.

Beberapa mungkin menganggap ini sebagai kebiasaan buruk yang harus dikurangi, namun bagi beberapa orang lainnya, medsos telah menjadi candu dan mereka butuh bantuan untuk mengatasinya.

Pusat Perawatan Adiksi Inggris (UKAT), sebuah organisasi yang mengelola sejumlah tempat untuk mengatasi adiksi media sosial berkata mereka telah melihat peningkatan sebanyak 5% pada orang-orang yang mencari bantuan mengatasi adiksi selama tiga tahun terakhir.

"Masyarakat telah mengembangkan ketergantungan kuat pada media sosial, dan internet pada umumnya setelah pandemi," kata Nuno Albuquerque, seorang konselor di UKAT.

Dengan meningkatnya kesadaran akan kekhawatiran-kekhawatiran ini menggiring lebih banyak orang seperti Gayle untuk berhenti bermain sosmed, atau setidaknya menghabiskan lebih sedikit waktu di platform-platform ini.

Dan pemilik aplikasi sosial media pun menyadari ini.

Di awal tahun ini, pemilik Facebook, Meta, melaporkan jumlah pengguna aktif harian telah menurun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sementara itu, laporan internal yang bocor dari Twitter di bulan lalu mengatakan pengguna-pengguna mereka yang dulu paling banyak mencuit, kini mengunggah twit semakin jarang. Twitter tidak menyangkal akurasi memo yang bocor ini.

Bahkan pemilik baru Twitter, pebisnis dan miliarder Elon Musk, berspekulasi di awal tahun ini: "Apakah Twitter sekarat?"

Dan setelah dia mengambil alih platform ini, beberapa selebritas Hollywood berkata mereka akan berhenti dari Twitter karena tidak puas dengan pandangan Musk soal kebebasan berpendapat dan rencananya untuk masa depan Twitter.

Tapi kembali ke dunia nyata, apa alasan-alasan lain seseorang memutuskan meninggalkan media sosial?

Seorang wirausahawan muda Urcashi Agarwal, mulanya memutuskan berhenti dari Instagram pada 2014, tapi ini hanya bertahan selama setahun.

Pada Agustus tahun ini, dia menghapus akun personalnya untuk yang kedua kali, dan dia bersikukuh kali ini tak akan kembali lagi.

"Saya benar-benar selesai," kata pendiri jenama kantung teh Inggris, JP's Originals, yang tinggal di London.

"Seratus persen. Tidak hanya aplikasi itu menghabiskan terlalu banyak waktu, tapi saya juga merasakan semakin sedikit privasi di dunia itu. Apapun yang Anda lakukan ada di luar sana."

Urvashi juga tidak lagi menggunakan Twitter atau Facebook, dan dia mendapati dirinya merasa merdeka.

"Saya sangat menyukainya. Sekarang saya bisa membaca 15 halaman buku setiap malam."

Baca juga:

Hilda Burke, ahli psikoterapi dan penulis buku The Phone Addiction Workbook, berkata kini telah ada kesadaran yang semakin meluas tentang banyaknya waktu yang dihabiskan oleh orang-orang "menghaburkan waktu" di media sosial.

"Ini sekarang sangat mudah dihitung, karena kebanyakan ponsel menyediakan rincian bagaimana Anda menghabiskan waktu online," ungkap dia.

"Melihat angka ini secara total dapat berfungsi sebagai panggilan untuk bangun dari tidur. Banyak dari klien saya mengatakan adanya hubungan antara banyaknya waktu yang dihabiskan di media sosial dengan kurang tidur dan bertambahnya rasa cemas."

Dia menganjurkan agar orang-orang yang berhenti dari media sosial memberitahu teman-teman mereka, sehingga mereka tidak terus mencoba mengontak melalui media sosial.

"Tawarkan cara lain untuk menghubungi Anda... mungkin nomor telepon dapat membuat hubungan lebih baik ketika Anda tidak bisa dihubungi melalui pesan."

Kashmir, yang menolak menyebutkan nama belakangnya, adalah seorang humas eksekutif berusia 27 tahun dari Rochester, Inggris. Dia berhenti dari Instagram 10 bulan lalu, setelah sebelumnya meninggalkan Snapchat.

"Alasan utama yang mendorong saya berhenti adalah kesehatan mental," kata dia. "Ada banyak tekanan untuk melakukan apa yang dilakukan orang lain, yang sesungguhnya tak mewakili realitas dari orang-orang tersebut.

"Saya menggulir linimasa sampai larut malam, kemudian tidur tidak nyenyak, dan bangun tapi badan tidak segar. Sekarang saya tidak lagi membandingkan hidup sehari-hari saya dengan orang lain, dan saya tak begitu tahu apa yang dilakukan selebritis.

"Ini membuat saya lebih fokus pada hidup saya dan merasa lebih tegas, saya juga lebih berkomitmen pada keputusan-keputusan saya sendiri tanpa merasa dipengaruhi orang lain."

Kashmir juga berkata, tidak memiliki Instagram dan Snapchat tidak berpengaruh pada pekerjaannya sebagai humas, dan dia masih menggunakan LinkedIn jika suatu saat nanti ia butuh mencari pekerjaan baru.

Nuno Albuquerque dari UKAT berkata media sosial bisa menimbulkan kecanduan karena banyak alasan, yang paling utama adalah ia menjadi sebuah tempat untuk melarikan diri, terutama untuk generasi muda.

"Sederhananya, ini adalah cara untuk terhubung tanpa berhubungan langsung, dan menjadi selimut pelindung dan teman selama 24 jam 7 hari seminggu untuk banyak orang. Tapi adiksi bisa muncul karena isolasi, dan jika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu hidup di dunia online alih-alih dunia nyata, maka mereka secara alami akan merasa terisolasi, dan adiksi bisa muncul."

Dia menyambut baik fakta bahwa lebih banyak orang berhenti dari media sosial.

"Mungkin pada akhirnya kita menyadari kerusakan yang ditimbulkannya pada hubungan-hubungan kita, kesehatan mental, dan pengalaman kita akan momen-momen di dunia nyata."

Kembali ke Spanyol, Gayle Macdonald berkata dia merasa lebih bahagia tanpa media sosial.

"Rasanya sangat merdeka, saya bisa duduk dan minum teh tanpa khawatir tentang foto, caption, atau apakah ini lebih cocok sebagai story, reel, atau post. Sungguh, hidup ini lebih dari sekadar posting di Instagram."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Content Creator Semakin Menjamur, Sekadar Hobi atau Profesi Serius?

Content Creator Semakin Menjamur, Sekadar Hobi atau Profesi Serius?

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?

Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:20 WIB

Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial

Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:27 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

Di Era Flexing, Hidup Sederhana Malah Terlihat Memalukan

Di Era Flexing, Hidup Sederhana Malah Terlihat Memalukan

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:25 WIB

Validasi di Media Sosial: Kebutuhan atau Ketergantungan yang Tak Disadari?

Validasi di Media Sosial: Kebutuhan atau Ketergantungan yang Tak Disadari?

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:30 WIB

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:46 WIB

Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator

Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator

Your Say | Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:50 WIB

Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026

Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB

Realita Perempuan di Media Sosial: Antara Eksistensi dan Tekanan

Realita Perempuan di Media Sosial: Antara Eksistensi dan Tekanan

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB

Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:02 WIB

Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh

Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:00 WIB

52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis

52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:34 WIB

73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra

73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan

Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:13 WIB

Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini

Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:15 WIB

Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?

Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:10 WIB

Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat

Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:36 WIB

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI,  Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek

3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI, Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08 WIB