Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
Ilustrasi Perundungan di Media Sosial (pexels.com/Bastian Riccard)
baca 10 detik
  • BNI Sekuritas pantau isu dugaan perundungan yang viral.
  • Dugaan peristiwa disebut terjadi sebelum pelaku bekerja.
  • Perusahaan siapkan tindak lanjut sesuai aturan internal.

Suara.com - PT BNI Sekuritas akhirnya buka suara terkait informasi dugaan perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan salah satu pegawainya. Perusahaan menegaskan tengah memantau perkembangan isu tersebut sekaligus memastikan akan menindaklanjutinya sesuai kebijakan internal dan ketentuan yang berlaku.

Pelaksana Tugas (Pgs.) Head of Corporate Communications BNI Sekuritas Tjut Aliffah Keumala mengatakan perusahaan telah mencermati percakapan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa yang menjadi sorotan publik disebut terjadi saat para pihak masih berstatus sebagai pelajar, jauh sebelum individu yang bersangkutan bergabung dengan BNI Sekuritas.

"BNI Sekuritas terus memantau informasi yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir," kata Tjut Aliffah Keumala dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2026).

Isu tersebut mencuat setelah seorang pengguna media sosial mengunggah cerita mengenai pengalaman menjadi korban perundungan saat masih duduk di bangku sekolah. Unggahan itu kemudian menyebar luas di berbagai platform, mulai dari Threads, X, Instagram hingga TikTok, setelah sejumlah warganet mengaitkan sosok yang disebut dalam cerita tersebut dengan pekerjaannya di divisi Human Capital BNI Sekuritas.

Menanggapi polemik yang berkembang, BNI Sekuritas menegaskan bahwa perundungan merupakan persoalan serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban. Karena itu, perusahaan menghormati setiap proses penyelesaian yang sedang diupayakan oleh para pihak.

Menurut perusahaan, komunikasi antara pihak-pihak terkait masih berlangsung sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian. BNI Sekuritas berharap proses tersebut dapat dilanjutkan melalui mediasi yang komprehensif dengan tetap memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan penjelasan secara proporsional.

"Kami menghormati setiap upaya penyelesaian yang sedang ditempuh. BNI Sekuritas berharap proses komunikasi dan mediasi lanjutan dapat berlangsung secara baik, proporsional, dan menghormati kepentingan seluruh pihak," ujar Aliffah.

BNI Sekuritas juga memastikan akan menelaah informasi yang berkembang sesuai kebijakan internal perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses tersebut, kata perusahaan, akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sekaligus tetap menghormati hak seluruh pihak yang terlibat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya

Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:32 WIB

Sosok Setya Budi Dias, Pegawai KPK Ikut Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

Sosok Setya Budi Dias, Pegawai KPK Ikut Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:20 WIB

Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib

Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:38 WIB

Terkini

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29 WIB

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:20 WIB

×