Elon Musk Cabut Blokir 12.000 Akun Twitter, Termasuk Penyebar Hoaks dan Bokep

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:58 WIB
Elon Musk Cabut Blokir 12.000 Akun Twitter, Termasuk Penyebar Hoaks dan Bokep
Elon Musk sudah membuka blokir ribuan akun Twitter bermasalah, termasuk penyebar hoaks, ujaran kebencian dan bokep. Foto: Aplikasi Twitter di sebuah perangkat cerdas (Shutterstock).

Suara.com - Elon Musk berupaya untuk memberikan pengampunan kepada ribuan akun yang sudah diblokir Twitter. Kini sebuah laporan mengungkapkan kalau dirinya sudah memulihkan hampir 12.000 akun.

Ribuan akun ini sebelumnya diblokir karena menyebarkan hoaks, ujaran kebencian hingga pornografi atau bokep.

Angka ini diungkap oleh seorang software developer asal Jerman bernama Travis Brown. Ia mendapatkannya setelah melacak ID Twitter dan nama akun yang diblokir lewat daftar Github.

Tercatat kalau sejauh ini hampir 12.000 akun Twitter yang sudah dipulihkan sejak 27 Oktober. Sejak 8 November ada beberapa ratus akun yang blokirnya telah dicabut.

Khusus 21 November, tercatat ada hampir 2.500 akun yang kembali diizinkan di Twitter, demikian dilansir dari Gizmodo, Selasa (6/12/2022).

Baru-baru ini beberapa laporan menyebutkan bahwa Musk sedang berupaya untuk memulihkan sekitar 62.000 akun dengan lebih dari 10.000 followers.

Akun-akun yang pernah diblokir itu karena melanggar peraturan Twitter seperti penyebaran misinformasi soal vaksin Covid-19, akun spam, profil yang membagikan konten tanpa hak cipta, hingga akun porno.

Beberapa akun yang dianggap kontroversi seperti anti -Yahudi hingga politikus sayap kanan juga telah dipulihkan Elon Musk.

Di laporan lain, sebuah riset mengungkap kalau ujaran kebencian semakin tinggi usai Elon Musk membeli Twitter. Konten rasis hingga komentar tidak menyenangkan banyak beredar di platform tersebut.

Baca Juga: Usai Berantem, Apple Kembali Beriklan di Twitter

Namun Elon Musk selaku Pemilik Twitter menolak klaim tersebut dan menganggapnya keliru.

"Tayangan ujaran kebencian terus menurun, meskipun ada pertumbuhan pengguna yang signifikan! @TwitterSafety akan menerbitkan data setiap minggu," kata Musk, dikutip dari Tech Times, Senin (5/12/2022).

"Kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan untuk menjangkau. Hal negatif seharusnya mendapatkan jangkauan lebih rendah daripada hal positif," sambung dia.

Dia juga mengklaim kalau saat ini ada sekitar 500 juta tweet per hari dan jutaan impression. Jadi tayangan ujaran kebencian tak lebih dari 0,1 persen dari apa yang dilihat di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI