Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menyatakan kelompok lansia sangat rentan menjadi korban disinformasi akibat rendahnya literasi digital terhadap teknologi AI.
  • Teknologi Generative AI mampu memanipulasi data visual dan audio secara presisi sehingga membingungkan masyarakat dalam membedakan informasi asli.
  • Pemerintah mendorong penggunaan watermark pada konten AI serta berkolaborasi dengan perusahaan teknologi untuk menciptakan ekosistem digital yang aman.

Suara.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyoroti meningkatnya risiko kelompok lanjut usia (lansia) menjadi korban disinformasi. Apalagi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Nah memang kita melihat mereka yang lansia ini juga rawan menjadi korban hoaks sekarang ini dan disinformasi," kata Nezar saat ditemui di UGM, Jumat (17/4/2026).

Keterbatasan literasi digital dalam membedakan keaslian sebuah informasi di tengah gempuran konten yang diproduksi secara otomatis oleh teknologi mutakhir menjadi penyebab utama.

"Kita tahu ada banyak orang-orang tua kita yang mungkin tidak mengikuti proses perkembangan digital dan agak sulit membedakan apakah misalnya produk-produk informasi yang dihasilkan di jagat digital itu, itu benar atau tidak," ujarnya.

Menurut Nezar, tantangan terbesar saat ini adalah kemampuan Generative AI yang dapat memanipulasi data visual dan audio dengan sangat presisi.

Teknologi ini mampu menciptakan konten yang tampak nyata meskipun fakta di baliknya adalah rekayasa. Sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama para orang tua.

"Karena kita tahu ada Generative AI yang bisa menghasilkan foto dengan sangat mirip, dengan suara orang yang tidak pernah mengucapkan itu pada kenyataan sehari-hari tapi dihadirkan demikian di jagat digital ya, sehingga itu cukup membingungkan," tuturnya.

Sebagai solusi untuk mengatasi kerancuan informasi tersebut, Wamenkomdigi mendesak para pengembang teknologi dan pengguna AI untuk memiliki kesadaran etis.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah kewajiban menyertakan watermark atau tanda khusus pada konten AI sebagai identitas pembeda bagi publik.

baca juga

"Nah di sinilah pentingnya para pengembang ya dan juga para pemakai AI itu untuk bisa memberikan satu tanda ya atau watermark bahwa ini adalah produk AI," tandasnya.

Di sisi lain, Nezar turut menjelaskan mengenai perkembangan regulasi PP Tunas. Ia menegaskan bahwa untuk saat ini fokus utamanya memang masih pada ekosistem digital bagi anak-anak, bukan untuk kelompok lansia.

"PP Tunas memang dikhususkan, didedikasikan untuk untuk pengaturan lanskap digital yang sehat buat anak. Jadi memang tidak menyasar yang tua-tua," ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Meta, hingga TikTok.

Kerja sama ini bertujuan agar aturan-aturan terkait keamanan digital, termasuk pembatasan usia, dapat segera diimplementasikan secara menyeluruh dalam waktu dekat.

"Ya, PP Tunas kita masih terus berkomunikasi dengan sejumlah tech companies ya terutama yang memiliki platform-platform ini dan kita mengapresiasi respons mereka yang cukup kolaboratif untuk bisa mengadopsi peraturan-peraturan yang ada di PP Tunas termasuk pembatasan usia dan memberikan solusi-solusi teknologi yang konkret," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB

Mengapa Wikipedia Terancam Diblokir Pemerintah? Ini Penjelasan dan Dampak Seriusnya

Mengapa Wikipedia Terancam Diblokir Pemerintah? Ini Penjelasan dan Dampak Seriusnya

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 09:05 WIB

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 18:55 WIB

Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai

Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 11:21 WIB

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

Meta Batasi Usia Pengguna di Indonesia: Facebook, Instagram dan Threads Ikuti Aturan Baru PP Tunas

Meta Batasi Usia Pengguna di Indonesia: Facebook, Instagram dan Threads Ikuti Aturan Baru PP Tunas

Tekno | Sabtu, 11 April 2026 | 09:25 WIB

Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya

Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×