5 Bahaya Gelombang Panas, Selain Kebakaran Ternyata Meningkatkan Stres Psikologis

Rifan Aditya

Sabtu, 29 April 2023 | 20:00 WIB
5 Bahaya Gelombang Panas, Selain Kebakaran Ternyata Meningkatkan Stres Psikologis
Seorang pria yang mengenakan masker berjalan di tengah peringatan gelombang panas, menyusul wabah COVID-19 di Shanghai, China, 13 Juli 2022. (ANTARA/Reuters/Aly Song/as) - 5 Bahaya Gelombang Panas, Selain Kebakaran Ternyata Memicu Tingkat Stres Psikologis

Suara.com - Gelombang panas adalah fenomena cuaca panas yang tidak biasa di mana daerah tertentu mengalami suhu tinggi dan kelembaban tinggi yang dapat berlangsung selama beberapa hari.  Apa saja bahaya gelombang panas?  

Selama periode ini, suhu normal daerah tersebut dilampaui oleh margin yang sangat besar dibandingkan dengan suhu biasa pada musim tertentu. Bahaya gelombang panas sangat nyata dan merugikan manusia

Gelombang panas menimbulkan banyak bahaya bagi penduduk daerah tertentu dan dapat menyebabkan banyak kematian dan penyakit parah jika fenomena ini berkepanjangan. Bahkan baru-baru ini di India suhu panas pun mengakibatkan jatuh korban puluhan ribu orang.

Gelombang panas bisa relatif tergantung di mana Anda tinggal. Bagi sebagian orang, suhu tertentu yang normal dapat dianggap sebagai gelombang panas bagi seseorang yang berasal dari daerah bersuhu rendah.

Apa Penyebab Gelombang Panas?

Dijelaskan oleh worldatlas.com bahwa gelombang panas terbentuk ketika atmosfer bagian atas mengandung tekanan tinggi yang membuatnya diam di suatu wilayah. Massa udara stasioner ini dapat tetap stagnan selama beberapa hari dan minggu, memerangkap lebih banyak panas dan mengurangi arus konveksi.

Akibatnya, ada akumulasi panas dan kelembaban tinggi tanpa curah hujan atau curah hujan. Ini menciptakan suhu tinggi yang tidak normal. Gelombang panas cukup umum selama musim panas, dari Mei hingga November di belahan bumi utara.

Tekanan tinggi memaksa udara tenggelam ke permukaan tanah dan bertindak sebagai penghalang panas naik. Ini menyelimuti permukaan bumi dan menjebak semua elemen cuaca tanpa membiarkan mereka melarikan diri.

Bahaya Gelombang Panas

baca juga

Gelombang panas berpotensi menciptakan lebih banyak jenis bencana alam daripada peristiwa alam lainnya seperti angin topan, kilat, dan tornado. Selain menyebabkan suhu tinggi yang tidak nyaman, gelombang panas dapat menyebabkan penyakit panas, kualitas udara yang buruk, kebakaran hutan, dan kekeringan.

1. Ketika suhu eksternal lebih tinggi dari suhu tubuh internal, tubuh kita menjadi rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas tersebut. Tubuh tidak dapat mengatur dan mempertahankan suhu optimal dalam kondisi seperti itu.

2. Polutan dan bahan kimia berbahaya yang terperangkap di bawah selimut udara panas mengurangi kualitas udara yang kita hirup dan karenanya berbahaya bagi kesehatan kita.

3. Kebakaran hutan bisa terjadi selama gelombang panas. Ini karena vegetasi yang mengering dapat dengan mudah terbakar yang dengan mudah menyebar melahap seluruh hutan atau tutupan vegetasi.

4. Infrastruktur juga terpengaruh dalam kondisi ini. Panas tinggi menyebabkan jalan raya dan jalan melengkung dan retak, saluran air bisa pecah dan transformator bisa meledak. Kerusakan fisik pada infrastruktur penting ini dapat menunda pemberian layanan dan menghabiskan banyak uang untuk memperbaiki dan mengganti.

5. Gelombang panas juga bisa menjadi penyebab tingginya tingkat stres psikologis di antara manusia yang mempengaruhi kinerja dan produktivitas. Itu karena manusia akan merasa tidak nyaman hidup dalam suhu panas yang berlebih. 

Kemungkinan terjadinya gelombang panas sangat tinggi akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Ini karena pemanasan global menghancurkan lapisan ozon yang mencegah sinar matahari yang berbahaya mencapai permukaan bumi. 

Demikian itu ulasan singkat yang dapat menjelaskan bahaya gelombang panas. Semoga dapat dipahami.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Panas Masih akan Berlangsung di Wilayah Asia, Termasuk Indonesia?

Gelombang Panas Masih akan Berlangsung di Wilayah Asia, Termasuk Indonesia?

Metro | Kamis, 27 April 2023 | 17:28 WIB

Suhu Panas Ekstrem Melanda Asia Tenggara, Ini 9 Tips dari Kemenkes untuk Menghadapinya

Suhu Panas Ekstrem Melanda Asia Tenggara, Ini 9 Tips dari Kemenkes untuk Menghadapinya

Video | Kamis, 27 April 2023 | 15:00 WIB

4 Cara Sederhana Melepas Stres yang Bisa Kamu Coba

4 Cara Sederhana Melepas Stres yang Bisa Kamu Coba

Your Say | Rabu, 26 April 2023 | 13:07 WIB

9 Tips Kemenkes Hadapi Suhu Panas Ekstrem: Hindari Minum Kopi, Pakai Sunscreen!

9 Tips Kemenkes Hadapi Suhu Panas Ekstrem: Hindari Minum Kopi, Pakai Sunscreen!

News | Selasa, 25 April 2023 | 20:58 WIB

Waspada, Besok Sinar Ultraviolet Capai Level Risiko Bahaya Sangat Tinggi di Indonesia

Waspada, Besok Sinar Ultraviolet Capai Level Risiko Bahaya Sangat Tinggi di Indonesia

Metro | Selasa, 25 April 2023 | 18:09 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×