BSSN Bongkar Alasan Kenapa Situs Pemerintah Rentan Kebocoran Data

Dicky Prastya

Selasa, 07 November 2023 | 09:41 WIB
BSSN Bongkar Alasan Kenapa Situs Pemerintah Rentan Kebocoran Data
Kantor BSSN di Depok, Jawa Barat. [Antara]

Suara.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan sederet alasan kenapa banyak insiden kebocoran data di Indonesia, baik itu dari pihak swasta maupun situs pemerintahan.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo menjelaskan kalau selama tiga tahun terakhir, ancaman siber masih terus mengintai Indonesia di mana sekitar 42-62 persen dilakukan oleh malware.

Ia menjelaskan, kerentanan ini terjadi karena adanya celah di perangkat lunak (software) bajakan yang masih banyak digunakan di perkantoran swasta maupun pemerintahan.

"Setelah kami telusuri karena masih banyak software bajakan yang digunakan, bahkan di instansi pemerintah. Sehingga ketika ada patching atau updating untuk suatu operating system atau software yang digunakan itu enggak bisa karena bajakan," bongkar Sulistyo, dikutip dari siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa (7/11/2023).

Ia melanjutkan, celah keamanan digital juga berasal dari software resmi yang telah habis lisensinya. Jika lisensinya habis, itu bisa berdampak pada potensi ancaman kebocoran data.

"Itu banyak terjadi, penyebab kebocoran data, terutama di pemerintahan itu adalah habisnya lisensi untuk bisa melakukan proses patching terhadap software yang dipakai. Tidak hanya di perimeter security, firewall dan juga software-software yang digunakan bekerja," beber dia.

Sulistyo menambahkan, kebocoran data juga kerap terjadi karena masyarakat masih belum sadar soal privasi data. BSSN menemukan bahwa masyarakat kerap menampilkan informasi pribadi maupun keluarganya di media sosial.

Padahal, lanjutnya, informasi itu bisa menjadi modal bagi oknum-oknum untuk melakukan profiling calon korban, lalu melakukan phising. Akibatnya, korban bisa mengalami kerugian materi maupun non-materi.

"Langkah melengkapi regulasi itu harus disegerakan, sehingga tantangan dan ancaman terhadap penyalahgunaan data warga Indonesia bisa diminimalisir. Setidaknya setelah ada aturannya, ada efek jera lah, jangan coba-coba pakai sembarangan data warga negara Indonesia," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemkominfo Ajak Media Berkolaborasi Sebarkan Narasi Pemilu Damai 2024

Kemkominfo Ajak Media Berkolaborasi Sebarkan Narasi Pemilu Damai 2024

Tekno | Senin, 06 November 2023 | 19:07 WIB

BSSN dan Kominfo Siapkan 39.000 Orang Buat Cegah Kebocoran Data di IKN

BSSN dan Kominfo Siapkan 39.000 Orang Buat Cegah Kebocoran Data di IKN

Tekno | Senin, 06 November 2023 | 09:39 WIB

Kemenkes Ikut Manfaatkan AI untuk Ekosistem Big Data di Layanan Kesehatan

Kemenkes Ikut Manfaatkan AI untuk Ekosistem Big Data di Layanan Kesehatan

Tekno | Senin, 06 November 2023 | 09:24 WIB

Telibat Kasus Korupsi BTS, Anggota BPK Achsanul Qosasi Ditahan Kejagung

Telibat Kasus Korupsi BTS, Anggota BPK Achsanul Qosasi Ditahan Kejagung

Foto | Jum'at, 03 November 2023 | 22:59 WIB

Digelandang ke Mobil Tahanan Kejagung, Ekspresi Achsanul Qosasi Disorot

Digelandang ke Mobil Tahanan Kejagung, Ekspresi Achsanul Qosasi Disorot

Video | Jum'at, 03 November 2023 | 16:40 WIB

Punya Harta Rp 24 Miliar, Presiden Madura United Korupsi Rp 40 Miliar

Punya Harta Rp 24 Miliar, Presiden Madura United Korupsi Rp 40 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 November 2023 | 14:58 WIB

Terkini

Bukan Cuma Pantai! Ini 3 Aktivitas Seru di Tanjung Lesung, Ada Skydiving hingga Konservasi Penyu

Bukan Cuma Pantai! Ini 3 Aktivitas Seru di Tanjung Lesung, Ada Skydiving hingga Konservasi Penyu

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:27 WIB

×